Waspada, Ngaku Pegawai Kecamatan, Tak Tahunya Penipu

0
79
Waspada, ngaku pegawai kecamatan, tak tahunya penipu

Laporan : Sam AS

Cianjur, metronusantara.com – Waspada, berbagai macam modus penipuan sering dilakukan orang tak dikenal. Seperti dengan mengaku sebagai pegawai kecamatan yang tengah mendata warga yang akan mendapat bantuan dari pemerintah.

Hal tersebut terjadi beberapa bulan yang lalu. Ita (21) salah seorang warga Kampung Sukamaju RT 03/08 Desa/Kecamatan Haurwangi, berhasil diprdaya. Akibatnya, belasan gram perhiasan emasnya  raib dibawa kabur orang tak dikenal

Modus serupa terulang kembali. Korbannya kali ini adalah Eneng Nurjanah (36) warga Kampung Sagatan RT 04/04 Desa Ramasari, Kecamatan Haurwangi. Eneng didatangi seorang laki-laki  berinisial Ags yang mengaku sebagai pegawai kantor kecamatan. Uang sebesar Rp. 300 ribu, raib dibawa sang penipu.

Informasi yang dapat dihimpun di lapangan menyebutkan, empat Kepala Keluarga (KK) warga Kampung Sagatan, pada  Selasa (23/01) sekira pukul 14.00 WIB, kedatang tamu yang mengaku Ags pegawai kantor Kecamatan Haurwangi.  Ia ngaku sedang mendata keluarga yang tidak masuk Program Keluarga Harapan (PKH). Maksudnya untuk dimasukan PKH yang akan menerima uang bantuan  PKH senilai Rp 1,75 juta tiap bulannya.

Tapi untuk menjadi anggota PKH harus didata terlebih dahulu dan memberikan foto Copy KTP, KK dan Surat nikah. Namun saat itu Eneng Nurjanah tak memiliki surat nikah. Untuk mendapatkannya surat nikah, maka Eneng diminta uang Rp. 750 ribu. Tapi saat itu baru ada Rp. 300 ribu, itupun dapat pinjam dari tetangganya. Sisanya nanti akan dibayarkan setelah uang PKH cair.

Keesokan harinya, Eneng Nurjanah mendatangi Kantor Kecamatan Haurwangi, untuk membayar sisa pembuatan surat nikah. Tapi pihak Kecamatan Haurwangi, tidak pernah mengintruksikan pada siapapun untuk melakukan pendataan PKH. Selain itu, di Kantor Kecamatan Haurwangi tidak ada pegawai yang berinisil Ags.

Mendapat keterangan demikian, Eneng Nurjanah baru sadar. Dirinya telah menjadi korban penipuan orang tak dikenal.

Sementara itu, Kepala Desa Ramasari Agus Sumarna mengakui, Eneng Nurjanah telah menjadi korban penipuan orang tak dikenal dengan mengimingi masuk PKH yang akan mendapatkan bulanan cukup menggiurkan.

” Nilai uang Rp. 300 ribu, itu mungkin tidak seberapa, tapi bagi Eneng Nurjanah itu cukup besar dan modus penipuanya yang membuat menyesal semua pihak,” kata Agus Sumarna.

Karena itu, ia mengharapkan seluruh  warga Desa Ramasari, kedepannya  harus lebih waspada. Sebelum memutuskan sesuatu tentang program apa pun sebaiknya lapor terlebih dahu pada Ketua RT/RW setempat atau langsung pada pemerintahan desa.

Selanjutnya untuk menghindari kejadian yang serupa, diharapkan pada petugas pendamping PKH Kecamatan Haurwangi, harus mengutamakan sosialisasi ke seluruh warga Desa Ramasari. Terutama kriteria penerima dana bantuan PKH.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here