Waspada, Kini Anak Kelas III SD pun Jadi Korban Perampasan

0
182
Korban didampingi ibunya saat melapor ke petugas Polres Kotim

Laporan : R. Rahmat Saleh/Tobing

Kotawaringin Timur, metronusantara,com – Ini kiranya patut jadi perhatian orang tua. Anak yang belum dewasa, apalagi masih duduk di bangku sekolah dasar jangan diberi perhiasan dan telepon genggam yang mewah. Sebab, hal itu bisa mengundang “tangan jahil” untuk melancar aksi jahatnya.

Buktinya, lihat kejadian yang dialami Kesya Putri Cantika (8), siswi Sekolah Dasar (SD) III Kelurahan Mentawa Baru Hilir, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Kesya jadi korban perampasan. Perhiasan berupa dua buah cincin masing-masing seberat 1 (satu) gram dan telepon selular merk Oppo, raib digondol pelaku perampasan.

Kejadian nahas itu terjadi pada Jumat (29/9) kemarin, sekira pukul 09.00 WIB.  Saat Kesya sedang istirahat. Tiba-tiba datang seorang perempuan memanggil namanya. Perempuan tersebut mengaku teman ibunya dan mengajak Kesya pergi dengan mengendarai sepeda motor.

“ Saya percaya saja dan kemudian saya ikut naik motor bersama dia,” kata Kesya didampingi ibunya, Serunika saat menjelaskan kejadian di ruang SPKT Polres Kotim.

Saat naik ke atas motor, aku Keysa, ia langsung dibawa ke Jl Ketapi 4 yang berada di samping sekolahnya, Sesampainya di tempat tersebut, rang yang mengaku teman ibunya itu langsung meminta agar korban menyerahkan telepon genggam dan juga dua buah cincing yang di pakainya.

Korban pun saat itu sempat menolak. Namun malah Kesya didorong kepalanya oleh pelaku sambil berkata, jika dia disuruh oleh ibu korban untuk mengambil barang berharga tersebut.

Mungkin karena ketakutan, akhirnya korban menyerahkan perhiasan serta handphone miliknya. Setelah itu pelaku memberi sebuah bingkisan yang berisi ikat pinggang. Kemudian pelaku langsung pergi entah kemana.

Setelah kejadian tersebut, korban langsung kembali ke sekolah. Pada saat dijemput oleh sang ibu, dia langsung bercerita. Sehingga hal itu mengagetkan ibunya yang langsung melaporkan kejadian tersebut kepada aparat kepolisian.

Laporan tersebut langsung ditangani oleh Satreskrim Polres Kotim. Kemudian petugas Satreskrim langsung melakukan penyelidikan. “Korban sudah kami periksa untuk dimintai keterangan, mudah-mudahan kasus terasebut dapat segera terungkap,” kata salah seorang petugas pada awak media.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here