Warga Minta Ungkap,  Pembeli Bahan Baku Gula Untuk Dijadikan Tuak

0
130
Ilustrasi

Laporan : Aldan

Cianjur, metronusantara.com – Adanya pembelian bahan baku gula merah (lahang) dari pohon kelapa yang diduga jadi bahan baku tuak (minuman beralkohol) oleh oknum bandar dari Bandung,  warga Cidaun dan Agarabinta merasa kekhawatiran. Pasalnya, kini di kawasan tersebut marak tempat penjualan tuak.

Diki (37) warga Desa Kertajadi Kecamatan Cidaun mengatakan, pihaknya merasa prihatin dengan adanya pembelian bahan baku gula (lahang) yang diduga dijadikan tuak oleh segilintir oknum sebagai bandar dari Kabupaten Bandung.

” Setahu saya dulu Kecamatan Cidaun dan Agrabinta penghasil gula kelapa, namun sekarang setelah adanya oknum tersebut para produksi gula berhenti, setelah ada pembelian bahan baku mencapai dua kali lipat dari biasanya Rp 1200 perliter,” kata Diki, Senin (29/01).

Dia menyebutkan, para oknum tersebut dalam 1 minggu bisa mengumpulkan lahang dari petani mencapai 3 box mobil untuk dijadikan bahan baku tuak.

” Mungkin kalau untuk petani menjadi keuntungan dengan harga yang berlipat dari biasanya.Tapi yang dikhawatirkan bagi para pemuda akhir-akhir ini banyak pemuda yng mengkomsumsi tuak, sehingga berdampak bagi kesehatan, bahkan tuak bisa mengakibatkan mabuk juga,” ujarnya.

Diki menambahkan, pada 2017 lalu Agrabinta salah satu penghasil gula kelapa terbanyak. Namun Sekarang ini tempat produksi malah tutup dan mengalih untuk dijual bahan bakunya.

” Mungkin kalau petani tidak tahu bahan baku tersebut akan dijadikan apa, yang penting harganya maksimal,” ucap Diki.

Dia berharap, dengan adanya oknum tersebut,  pihaknya minta agar petugas bisa mengungkap dan mencegahnya. Hingga pembelian lahang tersebut tidak menyebar ke kawasan lain yang ada di wilayah Cianjur Selatan.

” Saya berharap, pihak kepolisian atau intansi terkait agar menyetop pembelian lahang lahang yang dilakukan oknum tersebut, agar gula kelapa di Cidaun dan Agrabinta produksi kembali,” tandasnya penuh harap.
Sementara itu, Camat Cidaun Herlan Iskandar mengatakan, pihaknya belum mendapat pengaduan dari masyarakat  langsung terkait dengan adanya pembelian bahan baku gula merah untuk dijadikan tuak. Apalgi di Cidaun jarang kebun kelapa. Lain dengan Kecamatan Agrabinta luas dengan perkebunan kelapa.

” Jadi kalau ada isu masyarakat Cidaun menjual lahang diduga untuk dijadikan tuak belum bisa dipastikan, karena selama ini saya belum mendapatkan adauan baik laporan langsung, namun saya akan mengecek langsung ke masyarakat, bila terbukti ada penjualan, dan pembelian bahan baku buat tuak akan saya laporkan langsung ke polisi,” ujarnya menegaskan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here