Warga Beserta SPSI Lakukan Unjukrasa Ke PT. QL Agrofood Haurwangi

0
207
Warga Kampung Neglasari RT 01/11, Desa/Kecamatan Haurwangi, mendatangi PT QL Agrofood

Laporan : Sam AS

Cianjur, meronusantara.com – Warga Kampung Neglasari RT 01/11, Desa/Kecamatan Haurwangi, Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) dan Federasi Serikat Pekerja Rokok, Tembakau Makanan Minuman, melakukan aksi unjukrasa ke PT. QL Agrofood Haurwangi, Selasa (13/03).

Akasi tersebut dilakukan sehubungan pihak perusahaan telah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada 2 orang karyawan bagian Ekspedisi (Sopir dan Kernet). Yaitu, Iwan Kustiawan (36) dan Ujang Didin (37)  pada Jumat (09/03) kemarin.

Ironisnya, PHK itu dilakukan tanpa ada Surat Peringatan (SP) terlebih dahulu. Karuan saja, hal tersebut membuat Iwan dan Ujang cukup terpukul karena di PHK langsung dan secara mendadak.

Ironisnya lagi, pihak perusahaan tak memberikan sepeser pun uang pesangon pada Iwan dan Ujang. Padahal, Iwan dan Ujang sudah bekerja cukup lama. Hal itulah yang mengundang rasa solidaritas dan keprihatinan rekan-rekan Iwan dan Ujang yang notabene warga setempat. Hingga akhirnya, warga difasilitasi SPSI melakukan aksi unjukrasa ke PT. QL Agrofood. Tujuannya untuk menuntut hak 2 orang karyawan yang di PHK pihak perusahaan.

Menurut Ujang Didin, ia telah bekerja di PT. QL Agrofood  selama 4 tahun. Ujang pun mengakui ada kesalahan yang telah dilakukannnya. Tapi bukannya langsung di PHK, melainkan terlebih dahulu diberi Surat Peringakan (SP). Hal itu pun tidak menjadi masalah. Namun harus diberi pesangon karena telah bekerja 4 tahun dan selama bekerja upah kerja tak pernah dinaikan.

“ Karena itu, saya bersama warga setempat yang menuntut hak dan menuntut kenaikan upah bagi karyawan ekspedisi yang masih bertugas,” kata Ujang.

Sementata itu, Humas PT. QL Agrofoog, Rahmat Hasanudin (47) saat dihubungi mengatakan, pihaknya mengaku PT. QL Agrofood telah kedatangan puluhan warga setempat, karyawan ekspedisi yang dibarengi SPSI. Mereka datang sehubungan ada 2 orang karyawan bagian ekspedisi di PHK karena melangar aturan yang berlaku. Namun mengenai kesalahanya, Rahmat mengaku kurang begitu jelas, karena hal itu ranah HRD PT. QL.

Selanjutnya Rahmat mempersilahkan pihak SPSI untuk mengajukan pada Dinas tenaga kerja Kabupaten Cianjur. Nantinya pihak Dinas Tenaga Terja akan memanggil PT QL dan pihak perusahaan akan mengikuti keputusan Disnaker Kabupaten Cianjur.

“ Atas permasalah itu, pihak PT. QL Agrofood tetap akan mengikuti  hukum yang berlaku, menetapkan mengeluarkan karyawan yang melanggar aturan,” ucap Rahmat  pada wartawan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here