Tumpukan Kotak & Bilik Suara Di Halaman Kantor KPU Cianjur Terkesan Kumuh

0
143
Tumpukan kotak suara yang menggunung di halaman kantor KPU Cianjur membuat pemandangan jadi kumuh

Laporan : Aldan

Cianjur, metronusantara.com – Halaman Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cianjur terkesan kumuh. Logistik bekas kotak dan bilik suara yang sudah rusak dibiarkan menumpuk di ruangan terbuka sekitar 1 meter lebih. Sehingga pemandangan barang bekas (rongsokan) tersebut hampir menutupi Kantor KPU.

Tumpukan barang bekas tersebut hanya ditutupi terpal yang sudah robek. Bukan hanya itu, plang nama KPU pun dibiarkan berkarat, Hal itu menunjukan kurang perawatannya. Sehingga terbentang dari jarak jauh pemandangan kumuh itu.

Tidak hanya itu, bagian dalam gedung pun, langit-langit ruangan sudah banyak yang jebol. Pemandangan itu hampir terlihat di setiap sudut ruangan. Jebolnya langit-langit sudah dibiarkan bertahun-tahun. Hal tersebut terlihat dari resapan air yang membekas meninggalkan warna hitam dan kuning di langit-langit. Di bagian samping kantor juga terparkir mobil dinas rusak yang sudah tak terpakai beserta dua buah motor yang juga rusak.

Ridwan Mubarok (38) warga Cianjur yang juga aktivis dari Cianjur Institute  mengatakan, halaman kantor KPU Kabupaten Cianjur yang terkesan kumuh bisa dirasakan siapapun. Pasalnya,logistik bekas bilik sura dan kotak suara dibiarkan begitu saja. Hanya ditutupi dengan terpal yang sudah robek, bahkan menutupi halaman kantor. Sehingga pandangan kumuh itu terlihat dari jarak jauh.

” Seharusnya pihak KPU berbenah, apalagi sekarang mau ada hajatan Pilgub. mana plangnya juga tidak kelihatan dan dibiarkan berkarat. Tapi yang membuat paling kesan kumuhnya tumpukan bilik suara dan kotak suara,” kata Ridwan Mubarok, saat ditemui wartawan beberapa waktu lalu, di Jalan Dr Muwardi Bypas Cianjur.

Ridwan mengatakan, sebagai penyelenggara pemilihan umum harus berbenah. Karena ini sudah memasuki tahapan pemilihan gubernur (Pilgub). Dan setelah itu, dilanjutkan dengan pemilihan legislatif dan pemilihan presiden (Pilpres).

” Masa kantor penyelenggara kumuh kaya gitu, terlebih sekarang hajatan besar sekala provinsi,” ujanya menegaskan.

Seperti diketahui, kotak dan bilik suara rusak tersebut sudah tidak bisa digunakan. Belakangan ini Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Cianjur mengaku tak mempunyai tempat untuk menyimpan kotak dan bilik suara yang rusak tersebut. Kotak dan bilik suara yang sudah rusak tersebut sudah digunakan sejak tahun 2004. Umur kotak dan bilik suara tersebut sudah 14 tahun.

Divisi Logistik KPU Kabupaten Cianjur, Baban Marhaenda mengatakan, KPU Kabupaten Cianjur tidak mempunyai tempat lagi untuk menyimpan kotak dan bilik suara. Maka dengan terpaksa kotak dan bilik suara rusak tersebut disimpan di halaman kantor KPU.

” Mau bagaimana lagi pak, kami tak mempunyai tempat lagi untuk menyimpan barang rongsok tersebut. Jadi kami terpaksa menyimpannya di depan,” ujar Baban saat ditemui di ruangannya, Senin (29/01).

Menurut dia, kotak dan bilik suara yang sudah tidak terpakai tersebut akan dilelang. Namun menunggu persetujuan dari KPU pusat. Dia mengatakan, saat ini masih dalam proses pengajuan ke KPU pusat, dan KPU Kabupaten masih menunggu. Baban tidak mengetahui proses selanjutnya setelah pengajuan. Karena lelang tersebut ada di divisi yang berbeda.

Saat disinggung terkait anggaran untuk pemeliharaan gedung sehari-hari sampai plang kantor yang berkarat dan langit-langit ruangan yang jebol-jebol, Baban mengaku untuk pemeliharaan gedung memang tak ada anggaran.

” Jangankan buat ganti plang atau perbaiki langit-langit gedung untuk mengecat plang saja kami tak mempunyai anggaran,” ujarnya.
Lalu saat ditanya apakah ada inisiatif dari anggota atau komisioner KPU untuk melakukan perbaikan dan pengecatan plang dengan cara sumbangan, Baban pun hanya menggelengkan kepala. ” Paling kalau sampai airnya besar menetes, seseorang akan naik memperbaiki genteng, dengan menggeser atau menutup lubang,” ujarnya.

Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Cianjur, Endan Hamdani mengatakan, memang yang menyebut Kantor KPU Cianjur kumuh banyak.  Namun, lanjut dia, kotak suara dan bilik suara yang menumpuk dihalaman Kantor KPU masih dalam proses penghapusan sesuai dengan peraturan pemerintah No 27 tahun 2014.

” Namun sebelum penghapusan ada proses pemindahtanganan dulu, proses tersebut memerlukan persetujuan KPU pusat. Dan rencanya ini akan dijual karena barang logistik bekas tersebut memiliki nilai ekonomis,” kata Endan saat ditemui di Kantor KPU, Senin (29/01).

Menurut Endan, pihaknya  masih menunggu persetujuan dari KPU pusat. Jika nanti sudah ada persetujuan maka akan ada penilaian publik. ” Sampai saat ini kami masih menunggu keputusan KPU pusat,” ujarnya.

Menurutnya, sambil menunggu keputusan dari KPU pusat maka pihaknya pada tahun ini berencana akan memindahkan terlebih dahulu ke tempat penyimpanan jika sudah ada anggaran untuk sewa gudang. “Anggaran itu rencananya akan turun mendekati pemilihan gubernur tahun ini, kami memang sudah berencana untuk memindahkan bilik dan kotak suara yang sudah rusak ini,” katanya.

Namun, pihaknya tidak menyebutkan secara pasti kapan rongsokan bilik dan kotak suara yang rusak dan menggunung tersebut akan dipindahkan.
Upaya lain, kata Endan, pihaknya sudah mengajukan kepada Bupati Cianjur untuk menempati gedung atau ruangan milik pemerintah pusat yang sudah tak digunakan atau akan ditinggalkan. Karena pemerintahan Kabupaten Cianjur akan pindah ke Campaka.

” Rencana tersebut sudah kami sampaikan kepada bupati dan bupati sudah menyetujuinya, kami mengajukan untuk menempati gedung atau bangunan milik pemerintah pusat,” katanya.

Belakangan diketahui, tak hanya kotak dan bilik suara yang akan dilakukan pelelangan oleh KPU Kabupaten Cianjur. Ada beberapa benda lainnya. Seperti surat suara, sebuah mobil kijang dan dua buah motor yang sudah diajukan untuk dilelang di KPKNL Bogor.

” Semua sudah kami ajukan, karena mobil juga sudah lama terparkir bersama dengan motor, lalu ada surat suara juga.” kata Endan.

Hal senada disampaikan Endan saat ditanya mengenai pemeliharaan gedung sehari-hari sampai plang nama kantor dibiarkan berkarat dan langit-langit yang sudah pada jebol. ” Iya kami tak mempunyai anggaran untuk itu, paling ada anggaran hanya untuk pemeliharaan komputer saja,” kata Endan sambil tersenyum ketika melihat langit-langit yang sudah jebol di sebuah ruangan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here