TKQ Al-Istiqomah Harapkan Perhatian Pemerintah

0
207
TKQ Al-Istiqomah

Liputan : Shandi

Cianjur, metronusantara.com – Pendidikan dasar memang sangat di butuhkan orang tua. Maksudnya agar sekolah bisa mengarahkan anaknya ke sekolah formal seperti TK, TKQ atau PAUD.

TKQ Al-Istiqomah salah satunya, tempat pendidikan dasar yang beralamat di Kampung. Bengkok RT 02/10 Desa. Sindanglaya Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur Jawa Barat ini sudah meluluskan 3 angkatan. TKQ di bawah bimbingan Badko (Badan Koordinator) kabupaten.

Namun sekolah yang memiliki nomor statistik TKQ 401232030120, saat ini masih memiliki banyak kekurangan. Dari mulai sarana dan prasarana, ruang kelas dan fasilitas yang lainnya. Hal tersebut karena kurangnya perhatian dari instansi terkait dan pemerintah setempat.

Untuk pelajaran yang diberikan sama dengan TK, TKQ dan PAUD lainnya. Yaitu mengikuti kurikulum pelajaran anak usia dini. Membaca iqro, al qur’an, hapalan surat-surat pendek, doa- doa pendek dan solawat dijadikan ekstra kurikuler dengan harapan anak-anak usia dini bisa hapidz qur’an.

Keterbatasan fasilitas sekolah, seperti tidak adanya sarana permainan anak, sarana untuk belajar seperti kursi dan meja belajar, serta kurangnya buku bacaan buat murid usia dini, membuat anak merasa jenuh ketika berada di sekolah. ” Saya berusaha sebisa mungkin walau pun fasilitas di TKQ ini hanya alakadarnya,” ucap Rini Mulyati (31), kepada media (27/10).

Atas saran masyarakat dan tidak terlepas dari dukungan orang tua juga keluarga, Rini Mulyati guru ngaji yang kini menjadi kepala TKQ Al-Istiqomah, mengubah pengajian menjadi sekolah formal di bawah bimbingan Badko. Sebagai lembaga pembina, Badko membantu menyediakan Raport dan Ijazah. Sementara untuk fasilitas yang lainnya, TKQ Al-Istiqomah ini masih menunggu bantuan dari instansi terkait dan pemerintah setempat.

Siti (43), orang tua murid mengatakan, sebelum masuk SD (Sekolah Dasar), anak-anak usia 5-6 diwajibkan untuk masuk TK atau PAUD sebagai pendidikan dasarnya.

“ Karena di kampung kami tidak ada, jadi bersama masyarakat lainnya kami menyarankan kepada Bu Rini sebagai guru ngaji anak – anak  untuk mendirikan pendidikan formal tersebut,” tuturnya.

Karena itu lanjutnya, rumah yang sangat sederhana dan kecil ini  jadikan TKQ. Bukan semata untuk mencari keuntungan pribadi, tapi bagaimana menjadi pengabdi masyarakat.

Berangkat dari niat yang tulus serta do’a orang tua dan dukungan keluarga. Ia memberanikan diri untuk mendirikan sekolah formal ini.  “ Tak lupa saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat yang sudah memberikan kepercayaan kepada saya untuk mengajar kepada anak-anak, semoga apa yang saya berikan kepada anak didik saya, bisa menjadi bekal dikemudian hari.” kata Rini.

Rini mengharapkan, TKQ yang di pimpinnya bisa berkembang dan lebih maju lagi. Walaupun saat ini masih banyak kekurangan termasuk membayar gaji guru. Rini bersama 2 guru lainnya akan terus berusaha sekuat tenaga untuk mewujudkan keinginannya itu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here