Tiga Santri Ditodong Orang Tak Dikenal, Satu Meninggal Dunia

0
354
Kasat Reskrim Polres Cianjur AKP Beny Cahyadi Jenguk Korban Lainnya di RSUD Cianjur

Laporan : Aldan

Cianjur, metronusantara.com -Tiga Santri yang hendak datang ke salah satu pengajian dan haul ulama besar di Desa Meleber Kecamatan Karangtengah,Cianjur Jawa Barat, bernasib naas. Satu diantaranya meninggal dunia dan dua orang lainnya menjalani penanganan intensif di RSUD Cianjur, setelah lompat dari mobil pickup di Jalur Lingkar Timur, Kamis (28/12) malam.

Aksi nekad yang dilakukan ketiga santri tersebut untuk menghindari penodongan dari dua orang laki-laki di mobil yang sama-sama ditumpanginya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian itu bermula ketika tiga korban, yakni RA (14), ES (16) dan A (16) hendak pergi ke salah satu pengajian dan haul ulama di Desa Maleber Kecamatan Karangtengah. Para santri Ponpes Riadus Ropiah di Kampung Nagrog Desa Gasol Kecamatan Cugenang itu pun menumpang kendaraan dari Cugenang ke perempatan Lingkar Timur.

Setibanya di perempatan jalan, mereka turun dan mencari tumpangan lainnya untuk tiba ke tujuan. Sekitar pukul 20.00 WIB, mereka mendapatkan tumpangan dari mobil pickup yang terlebih dulu sudah ditumpangi dua orang (belum diketahui identitasnya, red).

” Katanya mereka mau ikut ke acara haul salah satu ulama di Maleber Karangtengah, jadinya ketiga santri itu memaksakan untuk numpang ke pickup karena tak ada ongkos,” ujar Kepala Desa Gasol, Angga Kartiwa saat ditemui di RSUD Cianjur, Jumat (29/12) dini hari.

Belum lama mereka berada di pickup, dua orang yang sudah lebih dulu menumpang ternyata malah memaksa meminta uang dan menodong mereka dengan senjata tajam. Merasa terkejut dan takut lantaran ditodong senjata tajam. Ketiga santri itu pun melompat dari pickup yang tengah melaju kencang tersebut.

Ternyata keputusan untuk lompat itu malah membawa petaka bagi ketiganya, lantaran posisi jatuh mereka sangat fatal. Bahkan, sarung dari A (16) sempat tersangkut ke bagian belakang pickup. Sehingga bagian kepala jatuh terlebih dulu. Akibatnya santri tersebut meninggal seketika di lokasi kejadian.

Sementara itu, dua santri lainnya yakni RA dan ES menjalani penanganan medis secara intensif di RSUD Cianjur. Bahkan ES hingga Jumat pagi masih krisis lantaran luka parah pada bagian kepala dan leher. Sedangkan RA mengalami patah kaki.

” Meninggal seorang, yang satu kritis, dan satu lagi luka berat serta masih shock berat,” ujar Angga.

Babinkamtibmas Desa Sindanglaka, Aiptu Budi yang pada saat kejadian tengah bertugas di pos pengamanan Ops Lilin di Karangtengah, mengungkapkan, kejadian tersebut bukan seperti yang beredar di media sosial. Yaitu menyebutkan mendapatkan penodongan dari geng motor. Tapi kejadian itu lantaran ada penodongan dari dua orang yang juga menumpang dengan para santri.
” Tadi petugas sudah olah tempat kejadian juga. Mereka lompat karena ditodong dengan sebuah alat di dalam pakaian pelaku yang sama-sama menumpang di mobil pickup,” jelasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here