Tiga Orang  Penggemar Motor Terabas Tengelam  Di  Sungai Ciratum

0
107
Warga di sekitar Sungai Citarum nampak sedang membatu mencari motor yang tenggelam

Laporan : Sam AS

Cianjur, metronusantara.com – Berbagai kegiatan  atau permainan yang sudah menjadi hobby,  rasanya sulit untuk dilarang siapapun. Sekali pun hobby itu dinilai membahayakan bagi dirinya sendiri. Seperti halnya para penggemar motor terabas warga Kabupaten Kota/Kabupaten Bandung. Setiap hari libur selalu eksis melaksanakan jelajah terabas ke setiap bukit, gunung. Bahkan menyebrang kali atau sungai dengan mengunakan motor terabasnya.

Namun kali ini nahas bagi tim pencinta motor terabas dari Bandung tesebut. Pekan lalu mengalami kecelakan, saat motornya disebrangkan dengan menggunakan perahu tempol terbalik ditengah sungai Citarum. Tepatnya di Kampung Bantar Kalong, Desa Cihea, Kecamatan Haurwangi. Hingga ketiga orang pencinta terabas beserta motornya tengelam. Namun beruntung tak ada korban jiwa dalam peristiwa nahas tersebut.

Salah seorang pencinta terabas warga Kabupaten Bandung, Ujang Sumarna (36) menerangkan, seluruh pencinta motor terabas berangkat dari Bandung sebanyak 8 orang. Tujuannya ingin menjelajah bukit dan gunung yang ada di wilayah Desa Cihea dan Desa  Kemang, Kabupaten Cianjur. Kemudian memutar ke arah Saguling Kabupaten Bandung Barat.

Menurut dia, kegiatan seperti itu dilaksanakan setiap hari libur, Sabtu, Minggu dan hari libur lainnya. Saat menyebrang sungai Citarum menuju Kampung Bantar Kalong, Desa Cihea, Kecamatan Haurwangi, Cianjur, mereka menggunakan perahu tempel. Hal itu sudah biasa dilakukan.

Namun sekarang ini nahas, tiga orang temannya mengalami kecelakaan. Motor dan pengemudinya tenggelam ditengah sungai Citarum, karena perahunya terbalik akibat terseret arus air sungai Citarum.

Kecelakaan tersebut, tidak mengakibatkan hilangnya nyawa. Namun ketiga orang pencinta motor terabas itu mengalami memar di bagian tubuh dan kedua kakinya. Saat itu pula dipulangkan dengan mengunakan kendaraan lain. Sedangkan tiga unit motor  yang tenggelam masih dalam pencarian warga setempat.

Meski ada kecelakaan tersebut, para pencinta terabas lainnya  tidak mengurungkan niatnya untuk terus melakukan terabas sesuai dengan  jadwal dan rute yang telah ditentukan sebelumnya. “ Karena sudah merupakan komitmen berasama juga sudah merupakan hobi dan tiga orang yang mengalami kecelakaan pekan depan akan diajak lagi terabas ke lokasi dan rute yang sama,” ucap Ujang.

Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat, Kampung Bantar Kalong, Desa Cihea, Kecamatan haurwangi, Ustadz  Ena Safaat (48) mengatakan, memang benar  ada tiga  orang pencinta motor terabas warga Kota/Kabupaten Bandung, pekan lalu mengalami kecelakaan. Motor dan pemiliknya tenggelam ditengah sungai Citarum, saat menyebrang mengunakan perahu tempel.

Ena berharap, para pencinta motor terabas, baik warga Kota/Kabuapen Bandung mapun warga Kabupaten Cianjur, bila menyebrang menggunakan perahu tempel, harus ektra  hati-hati. Selain itu juga diharapkan,  warga yang kampungnnya  akan  dilewati harus diberi tahu sebelumnya.

“ Supaya warga tidak kaget mendengar suara motor terabas dan  bila terjadi kecelakaan warga setempat akan menolongnya,” kata Ena Safaat pada wartawan, Senin (08/01).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here