Terlambat Ikut Upacara, AN Ngaku Dapat Perlakuan Kasar Dari Oknum Guru

0
44
SMPN 1 Cibeber

Laporan : Aldan

Cianjur, metronusantara.com – AR (15), AN (15) dan YC (15) pelajar SMPN 1 Cibeber, mengaku mendapatkan perlakuan kasar dari salah seorang oknum guru. Hal itu terjadi gara-gara terlambat mengikuti upacara di sekolah pada Senin (26/3).

AN (15) pelajar kelas 9 mengaku,  dirinya pernah diperlakukan kasar oleh oknum guru dengan cara dipukul dibagian kepala. Bahkan menurut AN, bukan saja dipukul tapi juga  dijambak rambutnya.
” Itu gara-gara kesiangan gak mengikuti upacara, waktu itu saya di pukulnya d iruang kelas VII dan kebetulan tak ada satu pun guru yang tahu dengan kejadian itu,” ungkap AN, Selasa (27/3).

AN mengatakan, oknum guru tersebut melakukan kekerasan bukan sekali saja. Tapi pernah juga dengan menggunakan bambu kecil lalu dipukulkan ke salah satu bagian tubuh ke siswa tersebut.

” Pas waktu dipukul badan saya menjadi gatal-gatal begitu,” katanya.

Humas SMPN I Cibeber Hermawan saat dihubungi mengatakan, tidak ada yang namanya oknum guru memperlakukan kasar terhadap anak didiknya. Apalagi sampai ke pemukulan atau tindak kekerasan.

” Setahu saya tidak ada kasus penamparan pak,” kata Hermawan kepada awak media (27/3).

Herman mengaku, kalau hukuman bagi pelajar yang kesiangan khususnya di hari Senin memang ada. Namun bukan dengan perlakuan kasar melainkan hanya dengan menyuruh anak yang kesiangan tersebut untuk membersihkan toilet.
“Ya, kalau pun ada yang kesiangan, paling juga kita hukum untuk membersihkan toilet sekolah, kalau kekerasan tidak ada,” terang Hermawan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here