Sungai Cisadea Sindangbarang Meluap, Aktivitas Warga Lumpuh

0
81
Jika Sungai Cisadane meluap, wara memilih berdiam diri ketimbang harus nyebrang dengan menggunakan perahu. Sedangkan jembatan sejak Agustus lalu hanyut diterjang banjir

Laporan : Aldan

Cianjur, metronusantara.com – Derasnya arus sungai Cisadea di Kampung Bantaka RT 02/01 Desa Muaracikadu Kecamatan Sindangbarang Cianjur Jawa Barat, membuat aktivitas warga lumpuh. Bahkan kegiatan ngajar belajar pun terhenti. Pasalnya jembatan yang dilalui warga dan pelajar setiap hari putus pada  Agustus lalu .

Kini warga hanya mengandalkan perahu untuk menyeberang. Namun karena meningkatnya luapan arus sungai, warga dan pelajar memilih berdiam diri dirumahnya.

” Saya juga sekarang tak bisa pulang ke Cianjur karena sungai meluap, pelajar di sini juga libur sekolahnya,” ujar Sofia anggota komunitas Los Palos yang baru memberikan bantuan untuk pendidikan dan kesehatan, saat dihubungi, Selasa (28/11).

Ketua Komunitas Los Palos, Dede Setiawan mengatakan, hanyutnya jembatan tersebut  yang dijadikan sarana penyebrangan warga sehari -hari terjadi bulan Agustus lalu. Hingga kini warga tak mampu lagi membangun jembatan itu.

” Bulan Juli kami ke sini jembatan masih ada, tapi  bulan Agustus saat akan melakukan pengobatan gratis jembatan sudah tak ada. Warga sempat berswadaya membangun jembatan, namun jembatannya hanyut lagi karena terbuat dari kayu,” ujar Dede saat dihubungi, Senin (27/11).

Menurut dia, warga tak mampu lagi untuk membangun jembatan tersebut. Padahal itu sangat dibutuhkan warga. Karena tidak ada lagi alat peyebrangan untuk dilaluinya.

Dede menambahkan, ada sekitar 100 kepala keluarga yang menggunakan jembatan itu.  ” Diseberang sungai sana  juga ada sekolah dasar dan pendidikan anak usia dini,” ucapnya.

Maka dengan penuh harapan, warga ingin membangun jembatan kembali. Untuk itu warga meminta seiklasnya ongkos untuk yang menyebrang dan diterima jasa penyeberang perahu. Bahkan  sebagian dikumpulkan untuk biaya membangun jembatan. Warga berharap pemerintah maupun pihak dermawan lainnya bisa membangun jembatan untuk mereka.

Dede mengatakan, jembatan selain digunakan warga untuk menyeberang juga digunakan untuk melintas motor. Namun jika air sudah meluap maka jembatan pun hanyut. Ia mengatakan, jembatan Bantaka memang posisinya berada di bawah jalan Sindangbarang menuju Pantai Apra.

” Panjangnya mungkin ada 100 meter. Pernah ada bantuan dari pemerintah sudah ada bahan namun tak juga dikerjakan, akhirnya bahan-bahan tersebut hilang,” katanya.

Paguyuban Los Palos yang sering berkeliling memberikan bantuan pendidikan dan kesehatan berharap, jembatan yang menjadi alat utama penyeberangan warga segera diperbaiki. ” Banyak yang sakit, pelajar mau ke sekolah, masih menyeberang menggunakan perahu. Saya khawatir kalau musim hujan arus sungainya sangat deras sekali,” katanya.

Bahkan beberapa hari belakangan ini adanya luapan sungai bantaka. Aktivitas warga pun terhenti. Bahkan para aktivis tersebut sudah 5 hari makan mie instan. “Karena pasar ada disebrang sana. Guru dan kepala sekolah pun sudah dua hari tak datang, karena mungkin takut hanyut,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here