SMK Negeri 1 Sukaluyu Perlu Sarana Tempat Ibadah

0
127
Di SMK Negeri I Sukaluyu ini belum tersedia tempat ibadah

Laporan : Sam

Cianjur, metronusantara.com – Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Sukaluyu, dilaksanakan tiap hari mulai dari puluk 07.00 sampai pukul 13.00 WIB. Karena itu, seluruh siswa diwajibkan melaksanakan sholat duhur di lingkungan sekolah.

Namun sayang hingga kini SKM Negeri yang satu ini belum memiliki sarana tempat Ibadah (masjid). Hingga seluruh siswa saat akan melaksanakan  shalat duhur,  terpaksa harus melaksanakannya  di luar lingkungan sekolah.

Melihat kenyataan tersebut, warga dan orang tua siswa menginginkan, seluruh siswa SMK Negeri 1 Sukaluyu melaksanakan shalat duhurnya di lingkungan sekolah. Hingga tidak perlu menyebrang jalan dan terhindar akan terjadinya siswa kabur dari sekolah.

Salah seorang  tokoh masyarakat setempat,  Agus Nurdin (53) mengatakan, sebenarnya pihak pemerintah mendirikan SMK/SMA tidak hanya bangunannya saja. Tapi mengenai sarana ibadahnya pun harus dibangun pula. Karena jam pelajaran di setiap SMK/SMA cukup lama. Yaitu mulai dari pukul 07.00 WIB sampai dengan pukul 13.00 WIB. Hingga seluruh siswa dan tenaga pengajarnya harus melaksanakan shalat duhur dan kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar.

Namun di SMK Negeri 1 Sukaluyu yang melaksanakan KBM-nya sampai menjelang sore, hingga kini belum memilki masjid. Jadi mau tak mau, saat akan melaksanakan shalat dzuhur, para guru dan siswa harus melaksanakannya di luar sekolah.

Karena itu, pihak orang tua siswa sangat mengharapkan sekali pada pihak sekolah, Muspika Sukaluyu, Pemkab Cianjur dan Pempov Jawa Barat, agar di SMK Negeri Sukaluyu dibangunkan sarana tempat ibadah (masjid). Supaya seluruh siswa dan tenaga pengajarnya bisa melaksanakan ibadah di lingkungan sekolah.

” Di Kecamatan Sukaluyu sudah banyak berdiri pabrik, kenapa tidak memohon bantuan melalui CSR dari tiap pabrik untuk pembangunan tempat ibadah yang berada di sekolah,”  kata beberapa orang tua siswa.

Sementara itu, Kepala SMK Negeri 1 Sukaluyu Supratman Maman (55) menambahkan, SMK Negeri 1 Sukaluyu memiliki jumlah siswa sekitar 600 orang. Maman mengakui, di lingkungan SMK  belum dibangun sarana ibadah.  Karena pihak sekolah belum memiliki biaya untuk membangun masjid. Sedangkan bantuan dari pihak pemerintah mau pun donatur belum ada.

Untuk itu,  pihaknya telah bermusyawarah dengan pihak pengurus dan  anggota komite sekolah. Diharapkan, dari hasil musyawarah tersebut akan dapat memecahkan persoalan biaya pembangunan sarana ibadah. Sedangkan lahan untuk masjid, telah disiapkan pihak sekolah. “ Jadi kami hanya memerlukan dana untuk pembangunannya saja, karena tanah untuk masjid telah kami sediakan,” jelas Maman.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here