Sebanyak 40 Anjal & Gepeng Di Kecamatan Haurwangi  Diberdayakan

0
19
Anak Jalanan (Anjal), gelandangan dan pengemis (Gepeng) yang ada di Kec. Haurwangi, diberdayakan

Laporan : Sam

Cianjur, metronusantara.com – Sebanyak 40 orang Anak Jalanan (Anjal), Gelandangan dan Pengemis (Gepeng)  yang ada di Kecamatan Haurwangi Cianjur Jawa Barat, selama tiga hari  ikuti pelatihan  berbagai keterampilan. Seperti halnya, belajar perbengkelan, sablon, printing, servis HP, menjahit dan keterampilan membuat  produk makanan yang terbuat dari hasil bumi.

Pendidikan dan pelatihan Anjal dan Gepeng ini dilaksanakan di gedung Rasi Gudang, belakang Kantor Kecamatan Haurwangi. Selama pelatihan seluruh Anjal terlihat antusias. Karena bila tiga hari mengikuti pelatihan dianggap baik. Maka selanjutnya mereka  akan  mengikuti pelatihan keterampilanya di Cisarua Bandung selama 4 bulan.

Kasi Keterampilan Kerja dan Latihan Dinas Sosial Kabupaten Cianjur, Marjuki menjelaskan, 40 orang peserta pelatihan  berbagai keterampilan ini mayoritas  berasal dari Anjal dan ada beberapa orang yang berasal dari Gepeng.

Peserta pelatihan keterampilan, seluruhnya terlihat antusias, karena ingin ikut pelatihan lanjutan selama 4 bulan di Cisarua Bandung. Para peserta pelatihan dapat menentukan sendiri pelatiham yang akan dikutinya. Seperti memilih untuk mengikuti pelatihan menjahit pakaian, perbengkelan, servis HP, sablon dan yang lainnya.

Selama pelatihan nanti, seluruhnya dibiayai pihak pemerintah. Mulai dari makan, minum, tempat tidur, biaya praktek keterampilan, uang harian seluruhnya ditanggung pemerintah. “ Bahkan saat pulang nanti akan diberi peralatan secukupnya yang disesuaikan dengan keterampilan yang digelutinya,”  kata Marjuki.

Sementara itu, salah seorang peserta pelatihan Supyandi (25) warga Desa Mekarwangi mengatakan, ia adalah anak jalanan. Sehari-harinya ngamen ke setiap kota. Bahkan ia pernah ngamen hingga ke Surabaya. Hal itu dilakukan karena tidak memiliki prinsip hidup yang  jelas. Mau apa setelah tua nanti, itu urusan belakang. Hanya bayangan dan impian ingin kaya setelah melihat orang kaya turun dari mobil mewahnya.

Tapi setelah mengikuti  pelatihan yang diselenggarakan Dinsos Cianjur, ia mulai berpikir untuk hidup masa depan. Ia pun termotivasi untuk merubah hidup layaknya orang lain. Memiliki pekerjaan, karya jelas dan pasti.

“ Dengan adanya pelatihan ini, saya menyatakan siap untuk mengikuti pelatihan selama 4 bulan di Bandung nanti, dengan menentukan pilihan akan menekuni usaha servis HP,” kata Supyandi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here