Satpol PP Cianjur Bongkar Kios  di Pinggir Jalan Raya

0
54
Sat Pol PP Ciaanjur menertibkan kios yang berada di trotoar dan di pinggir jalan raya

Laporan : Sam Apip

Cianjur, metronusantara.com – Kios Pedagang Kaki Lima (PKL) yang mangkal di sepanjang Jalan Raya Cianjur Bandung tepatnya di Kampung Cimenteng, Sadewata, Kelurahan Muka, Kecamatan Cianjur, Sabtu (30/09) dibongkar petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupayen Cianjur. Saat dilakukan pembongkaran kios PKL terkesan tertib dan aman. Karena tidak mendapat perlawanan dari pihak pemilik kios.

Cecep menegaskan, pembongkaran kios itu dilakukan berdasarkan aturan yang berlaku dan berdasrkan perintah langsung dari pimpinan.

Selan itu, lanjut Cecep, sebelum dilakukan penertiban, para pemilik kios telah diberi tahu terlebih dahulu.

“ Baik diberi tahu secara tertulis, lisan dan bahkan pemberitahuan melalui mobil keliling (wawar) yang dilakukan secara berkesinambungan dan bahkan ditawarkan untuk membongkar sendiri atau mau dibongkar petugas,” jelas Cecep.

Namun nampaknya para PKL tak mau membongkar kiosnya. Hingga akhirnya dengan secara terpaksa, pihak Sat Pol PP yang melakukan pembongkaran kios tersebut.

Cecep juga menambahkan, penertiban dan pembongkaran kios  yang berdiri di pinggir jalan raya dan trotoar akan terus dilakukan. Hingga trotoar bisa berfungsi sesuai dengan peruntukannya.

Cecep berharap, para PKL tidak mendirikan bangunan apapun di trotoar dan pinggir jalan raya. “ Katena semua itu melanggar aturan yang berlaku,” ucapnya.

Sementata itu, salah seorang PKL yang memiliki kios di trotoar pinggir jalan Raya Bandung-Cianjur, tepatnya di Kampung, Cimenteng, Didin (50) saat dihubungi mengatakan, kios roko miliknya tidak jadi dibongkat pihak Satpol PP. Karena sebelumnya ia telah melakukan mediasi dan minta kiosnya jangam dibongkar sekarang. “ Katena akan dipindahkan langsung oleh saya sendiri,” kilahnya.

Didin juga menyatakan, pihak Satpol PP Cianjur, belum pernah memberi tahu sebelumnya. Baik melalui lisan, surat atau mau pun dengam wawar. Tapi dengan tiba-tiba datang untuk membongkar kios miliknya.

“ Akan terasa bijak jika sebelum dilakukan penertiban, para pemilik kios sebelumnya diberi tahu.  Hingga pemilik kios tidak merasa kaget,” aku Didin.

Namun kini kadung talah terjadi, mau tak mau Didin harus memindahkan kiosnya sesuai dengan apa yang dijanjikannya pada petugas Sat Pol PP.

“ Saya berjanji akan memindahkan kios milik saya itu, tapi nanti setelah saya pasang rodanya, karena kalau digotong akan terasa berat,” ujarnya menjelaskan.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here