Santri  & Warga Tangkap Orang Mencurigakan

0
63
Orang tak dikenal yang ditangkap warga dan santri diserahkan ke Polsek Bojongpicung

Laporan : Sam AS

Cianjur, metronusantara.com – Tersiarnya kabar tentang Kiyai yang dianiaya orang tak dikenal, membuat warga khususnya yang berada di sekitar pesantren meningkatkan kewaspadaannya. Seperti halnya warga yang ada di sekitar Pondok Pesanteren (Ponpes)  Riadatul Muhtadin di Kampung Babakan Baru RT 05/08 Desa Neglasari Kecamatan Bojongpicung Cianjur Barat.

Warga dan santri pada Sabtu (10/2) sekira pukul 06.00 WIB, melihat gerak-gerik orang yang tak dikenal. Karena tingkah lakunya mencurigakan, maka secara spontan warga menangkap orang tersebut. Tak hanya itu, warga pun menghadiahi “bogem mentah” pada orang tak dikenal itu hingga babak belur.

Informasi yang dapat dihimpun menyebutkan, orang tak dikenal tersebut mulanya masuk ke ruangan kamar (kobong) para santri. Merasa ada yang memperhatikan, orang tak dikenal itu langsung kabur melarikan diri. Setelah dikejar sejauh kurang lebih sejauh 1 KM, ditemukan sedang ngumpet di tengah sawah yang   tanaman padinya sudah tumbuh. Tepatnya di belakang Ponpes Dermaga, Kecamatan Bojongpicung.

Tentu saja hal tersebut membuat berang warga dan para santri. Hingga pada akhirnya orang tak dikenal tersebut mendapat hadiah  kepalan bogem mentah dari warga hinga mukanya babak belur. Karena selain mencurigakan juga saat ditanya warga, jawabnya  selalu berbelit-belit dan tidak mau mengatakan maksudnya datang ke Ponpes. Hingga warga menduga akan melukai Ustadz.

” Selain bergaya seperti orang gila, juga mengaku mau maling HP milik para santri dan setelah ditanya terus menerus akhirnya  mengaku pula dirinya disuruh Asep untuk mengintai  pimpinan Ponpes Riadatul Muhtadin dengan nada tidak menyakinkan dan saat itu pula orang tak dikenal tersebut langsung diamankan anggota Polsek Bojongpicung,” jelas Aang Magribain.

Sementara itu, Kapolsek Bojongpicung AKP Muhamad Nur mengatakan, memang benar,  pihaknya pada Sabtu (10/02) pagi hari telah mengamankan Maya bin Kanta. Orang itu diduga gila dan akan melakukan pencurian HP milik para santri. Namun keburu kepergok dan tertangkap hingga dihakimi massa sampai mukanya bonyok.

Jadi dugaan akan menganiaya pimpinan Ponpes Riadathul Mujhadin itu tidak benar. Sebenarnya orang yang diduga penyandang keterbelakangan mental itu akan maling HP milik santri.

Atas kejadian tersebut, Kapolsek bersama Muspika Bojongpicung dan Entis bin Kanta (kakak kandung Maya bin Kanta) telah berkunjung dan bersilaturahmi, Minggu (11/02) ke Ustadz  Abdul Muksin pimpinan Ponpes Riadatul Muhtadin.

Pada kesempatan itu, Entis meminta maaf pada Pimpinan Ponpes Riadatul Muhtadin atas perilaku adiknya yang telah mengambil 1 (satu) unit handphone merk Samsung.

Sementara pimpinan Ponpes Ustd.Abdul Muksin mengatakan, pihaknya tidak akan memperkaran masalah pencuraian HP tersebut. Hal tersebut dikuatkan dengan membuat surat pernyataan untuk tidak membuat Laporan Polisi. “ Kami pun mohon maaf atas kejadian yang menimpa Maya, semoga dari kejadian ini ada hikmahnya,” Ucap Muhamad Nur pada wartawan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here