Saep Korban Ambruknya Jembatan Gantung Kondisinya Masih Kritis

0
126
Jembatan gantung yang ambruk di Kampung Parung Cadas Desa Pusakasari Kecamtan Leles, pada Sabtu (3/2) lalu

Laporan : Aldan

Cianjur, metronusantara.com – Saep (48) warga Kampung Sikluk Desa Karyamukti Kecamtan Leles Cianjur Jawa Barat yang menjadi korban ambruknya jembatan gantung di Kampung Parung Cadas Desa Pusakasari Kecamtan Leles, pada Sabtu (3/2) lalu sekira pukul 22.30 WIB masih dalam kondisi kritis.

Saep kini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R Syamsudin SH Kota Sukabumi, setelah dirujuk dari RSUD Pagelaran karena minimnya peralatan.

Diketahui sebelumnya, ambruknya jembatan gantung tersebut, 12 orang warga Kampung Sikluk  menjadi korban, setelah  mengantarkan saudaranya hendak berobat. Diduga, akibat tidak kuat menahan beban, sling kail jembatan gantung patah dan putus. Sehingga belasan warga yang mengenderai 6 unit motor tercebur ke aliran sungai Cisokan dan mengalami luka ringan, luka berat, dan kritis.

Berdasarkan Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan,  jembatan gantung yang ambruk tersebut merupakan sarana penghubung antara Desa Pusakasari dan Karyamukti Kecamatan Leles Cianjur. Ke 12 korban yang terluka tersebut yakni satu orang dalam kondisi kritis atas nama Saep (48). Tiga orang luka berat yakni Didim (30), Muhidin (60) dan Jenal M (22).  Delapan warga lainnya yang luka ringan yakni H Asep (45), Sulaeman (13), Rusman (50), Suryana (21), Sobani (52), Deni (50), Dedi (26), dan Adin (48).

“ Salah satu dari korban ambruknya jembatan gantung di Cianjur yang kritis atas nama Saep masih di rawat di ruang ICU RSUD R Syamsudin SH,’’ kata Ketua Tim Penanganan Informasi dan Keluhan RSUD Syamsudin SH Kota Sukabumi, Wahyu Handriana, Selasa (6/2/). Dia mengatakan, korban masih dalam kondisi kritis.

Wahyu menjelaskan, Saep dirawat di bagian syaraf dan bedah syaraf. Karena mengalami luka parah dan kondisinya masih kritis.

” Tim medis rumah sakit berupaya memberikan penanganan yang terbaik pada korban yang dirujuk dari Cianjur tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Sekertaris Desa Karyamukti Kecamatan Leles, Dedi Supriadi membenarkan, satu diantara dari 12 korban ambruknya jembatan gantung di Kampung Parung Cadas Desa Pusakasari, beberapa hari lalu ada korban yang luka berat atas nama Saep. Kondisinya masih dalam keadaan kritis di RSUD Kota Sukabumi.
” Karena di RSUD Pagelaran peralatannya terbatas, maka langsung dirujuk ke RSUD Sukabumi untuk mendapatan perawatan lebih intensif. Tapi bekas pengobatan di RSUD Pagelaran sudah digratiskan sama pemerintah daerah,” kata Dedi, Selasa (6/2).

Dedi mengatakan, namun sementara material jembatan gantung yang kondisinya miring, hari ini dalam perbaikan pihak pengembang bekerjasama dengan TNI, pemerintahan setempat dan warga.

” Bahkan material yang tercebur sudah diangkat ke atas dan mudah-mudahan cepat selesai,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here