Rumah Warga Rusak Berat Akibat Pergerakan Tanah di Waringinsari Takokak

0
280
Rumah warga rusak berat akibat pergesaran tanah yang terjadi di Desa Qaringinsari

Laporan Rudi/Jib

Cianjur, metronusantara.com – Pergerakan tanah masih terjadi di Desa Waringinsari Kecamatan Takokak Cianjur Jawa Barat. Akibatnya, beberapa rumah warga rusak berat. Bahkan, pergerakan tanah mencapai kedalaman 50 Cm.

Kepala Desa Waringinsari Cecep Supriadi mengatakan, meski tidak diguyur hujan, pergerakan tanah tetap masih terjadi di beberapa kampung. Seperti di Kampung Sukarama, Gelaranyar dan lainnya.

” Pergerakan tanah masih tetap terjadi, untungnya tidak ada hujan jadi pergerakannya paling setengah meter. Kalau hujan bisa lebih parah lagi,” ujarnya saat dihubungi melalui telepon seluler, beberapa waktu yang lalu.

Menurut dia, ‎akibat pergerakan tanah  tersebut. rumah milik warga yang semula mengalami rusak ringan, menjadi rusak parah. ” Untuk jumlahnya yang jadi rusak berat masih didata,” kata dia

Selanjutnya Cecep mengungkapkan, kejadian peregerakan tanah bukan pertama kali terjadi di desanya. Pada 1999 sempat terjadi pergerakan tanah dan longsor di dua kampung di Desa Warnaginsari. Puluhan rumah rusak dan beberapa warga mengalami luka-luka.

” Kebetulan waktu itu Jumat, warga sedang sholat Jumat, tiba-tiba ada longsor sehingga ada korban luka, tapi tidak sampai ada korban jiwa,” ungkapnya.

Masih menurut dia, pada saat kejadian, warga bisa dievakuasi ke kampung sebelahnya. Yakni ke Kampung  Gelaranyar. Tapi dalam peristiwa kali ini, kampung tersebut juga terkena dampak pergerakan tanah.

Bahkan, lahan warga seluas 53 hektare yang sudah siap panen juga terkena imbas sehingga petani mengalami gagal panen. Oleh karena itu, lanjut‎ dia, warga dan Pemerintah Desa Waringinsari mengharapkan,  pemerintah pusat mau pun pemerintah daerah mengambil kebijakan untuk merelokasi penduduk.

” Kalau bisa relokasi, sebab melihat kondisi sekarang, bakal terus terjadi pergerakan tanah hingga longsor,” kata dia.

‎Sementara itu, Plt Kepala BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Suparman, mengatakan, pihaknya akan meninjau langsung ke lokasi, jika diharuskan sampai relokasi. Untuk itu BPBD bakal berkoordinasi dengan instansi lainnya.

” Nanti dilihat dulu, apakah harus segera direlokasi atau bisa diambil langkah lain. Hari ini seluruh tim bakal ke lokasi setelah sehari sebelumnya tim pertama melakukan assesment,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here