Ratusan Ton Ikan Mati, Petani Ikan  Japung Jangari Merugi 

0
84
Puluhan ton ikan milik petani ikan di kolam jaring apung Jangari mati.

Laporan : Sam

Cianjur, metronusantara.com – Hujan disertai angin kencang akibat datangnya siklon tropis Cempaka dan Dahlia masih belum reda. Bagi para petani ikan di kolam jaring apung (Japung) Jangari Desa Bobojong Mande Cianjur Jawa Barat, munculnya siklon tropis Cempaka dan Dahlia itu, sangat berakibat fatal.

Pasalnya ikan yang ditanam mati karena hembusan angin kencang tersebut. Petani ikan pun merugi sampai puluhan milyar rupiah. Ironisnya lagi, bangkai ikan dibiarkan mengambang di genangan air Waduk Cirata.

Informasi yang dapat dihimpun di lokasi, ratusan para petani ikan Japung rata-ratanya 80 persen tanaman ikannya mati. Salah seorang petani Ikan di waduk Cirata Jangari, Budi (46) mengatakan, pihaknya mengaku menanam ikan di Japung sebanyak  20 kolam. Terdiri dari dua jalur, satu unit kolam rata-rata bisa menghasilkan dua sampai tiga ton tiap panennya.

Namun sekarang ini dengan adanya hembusan angin dahlia,  ikan mas dan bawal miliknya yang siap dipanen mendadak mati, langsung mengambang di tengah kolam. Diperkirakan 80 persen yang mati dan sisanya yang 20 persen bisa diangkat dan dijual dengan harga Rp.2000 sampai Rp.5000 per kilo gramnya.

“ itu pun bila ada yang membeli, kalau tidak hanya dibagikan pada warga yang menginkannya, karena badai itu, saya menderita kerugian hingga ratusan juta rupiah,” akunya.

Sementara itu, salah seorang pengurus Kompepar Wisata Jangari, Hendrawan (40) memaparkan, memang benara adanya, kurang lebih 100 ton ikan yang  ditanam di kolam  Japung  Kampung Jangari mendadak mati. Diduga hal itu terjadi akibat adanya  tiupan angin dari siklon tropis Dahlia yang tiap hari berhemmbus kencang.

Tentu saja kejadian matinya ratusan ton  ikan mas dan bawal milik para petani kolam Japung Jangari, membuat para petani menderita merugi hingga  puluhan milyar rupiah. Adanya kejadian itu, Hendrawan mengatakan, pihaknya ikut prihatin. Karena kemungkinan besar para petani ikan Japung terancam gulung tikar. Khususnya para petani ikan yang modalnya pas-pasan.

Selain itu Hendrawan mengharapkan, pihak  pemerintah, pusat, provinsi maupun Pemkab Cianjur, segera turun tangan untuk mengantisipasai terjadinya ratusan ton ikan mati akibat angin Dahlia,

Dilain pihak, Kepala Desa Sindangjaya, Sajaroh Nafi mengatakan, jangankan di jangari, di genangan air waduk Cirata lainnya seperti di Kampung Calingcing Desa Sindangjaya Keacamatan Ciranjag, banyak ikan masn dan bawal yang siap panen milik para petani, mendadak mati akibat adanya angin kencang yang tak ada hentinya.

Namun untuk sementara pihaknya belum bisa memprediksi, seberapa banyak ikan yang mati mendadak itu. “ Mungkin besok akan langsung turun menugaskan aparat desa untuk melakukan pendataan di lokasi Japung yang ada di Kampung Calingcing,” kata Sajaroh, Senin, (04/12) kemarin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here