Ratusan Santri & FPI Kepung Pengadilan Negeri Cianjur

0
233
Ratusan santri &anggota FPI berotasi di depan gedung PN Cianjur

Laporan : Aldan

Cianjur,metronusantara.com– Ratusan santri dan anggota Front Pembela Islam (FPI) melakukan aksi unjuk rasa di halaman gedung Pengadilan Negeri Cianjur Jawa Barat. Selasa (28/11). Mereka kecewa atas rendahnya vonis yang dijatuhkan majelis hakim terhadap Dayat Cs.

Para pendemo menuntut dan  mengecam vonis rendah yang dikeluarkan majelis hakim. Aksi yang nyaris ricuh tersebut mendapatkan pengawalan ketat dari Satuan Sabhara Polres Cianjur.

Dalam proses persidangan, Dayat Cs dijatuhi hukuman satu tahun enam bulan kurungan penjara. Keputusan majelis hakim itulah yang memantik reaksi ormas Islam. Menurut mereka, majelis hakim seharusnya memutus hukuman yang seberat beratnya karena Dayat Cs merupakan pelaku penganiayaan terhadap Ustad Hasym.

Ratusan  santri dan FPI itu mengungkapkan rasa kekecewaan mereka dengan berorasi menyindir majelis hakim, karena memutus terdakwa dengan hukuman yang ringan.

“ Kami sangat kecewa dengan vonis yang dijatuhkan majelis hakim yang terkesan rendah, sehingga sama sekali tidak menimbulkan efek jera,” kata para pendemo.

Seharusnya, menurut para pendemo, majelis hakim perhatikan adalah korbannya. Karena ia seorang ustad yang menjadi aset di Cianjur. “ Ia adalah satu-satunya hafis Alquran di Cianjur,” kata seorang peserta aksi Jamaludin.

Ia juga menyatakan, putusan tersebut sangat jauh harapan. Padahal, seharusnya majelis hakim memutus terdakwa dengan hukuman yang berat.

“ Kejahatan ini kejahatan yang luar biasa, mereka mengeroyok, menyeret Ustad Hasym, memukul dengan menggunakan batu dan mengancam. Melihat seperti ini kayanya negara ini hukumnya bisa dibeli oleh mereka,” katanya

Lanjut ia mengatakan, pihaknya tidak bisa menerima putusan hakim, dan akan melakukan aksi kembali jika majelis hakim tidak melakukan perubahan putusan.

“Kita tidak akan berhenti  sampai di sini dan akan kami akan membawa kasus ini ke komisi yudisial,” tandasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here