Ratusan Karyawan RSUD Cianjur Lakukan Aksi Unjuk Rasa

0
106
Ratusan Karyawan RSUD Sayang Cianjur, saat melakukan aksi di depan kantor RSUD Cianjur

Laporan : Aldan

Cianjur, metronusantara.com – Ratusan karyawan RSUD Cianjur menggelar aksi apel pagi dan mogok kerja di depan Kantor RSUD Sayang Cianjur, Jalan Raya Pasir Gede Kelurahan Bojongherang, Kecamatan Cianjur, Sabtu (24/3).

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kekecewaan atas uang insentif karyawan selama dua bulan belakangan ini belum dikeluarkan pihak direksi RSUD.

Para pelayan kesehatan yang terhimpun dalam Forum Komunikasi Karyawan Rumah Sakit (FKKRS) itu menuntut uang insentif honorer secepatnya dibayarkan oleh pihak RSUD Cianjur. Namun dalam aksi tersebut tidak ada atribut maupun spanduk yang dibawa. Para pedemo hanya berkumpul dan duduk di depan Kantor RSUD.

Selang beberapa jam kemudian, para peserta aksi tersebut dengan mendapatkan pengawalan ketat dari petugas langsung diajak masuk pihak manegement RSUD untuk mengadakan musyarawah dengan direktur RSUD melalui perwakilan FKKRS terkait tutuntannya.
Ketua  FKKRS dan juga perwakilan aksi, E.Susanto mengatakan, aksi apel karyawan ini merupakan bentuk protes terhadap jajaran management yang selama dua bulan ini belum membayar uang insentif para karyawan.

” Kami mewakili mereka hari ini untuk mengadakan komunikasi dengan jajaran direksi RSUD atas keterlambatan uang insentif selama dua bulan,” kata Susanto pada wartawan.

Menurut Susanto, sekitar 250 karyawan yang tergabung dalam Forum Komunikasi Karyawan Rumah Sakit (FKKRS) menuntut agar pihak RSUD segera mencairkan uang insentif tersebut.

” Jadi kami hari ini bukanlah pengerahan massa  hanya saja mengadakan komunikasi dan sosialisasi terhadap direktur agar terdengar  langsung bahwa FKKRS itu ada dan mewakili para karyawan lainnya atas tuntutan insentif tersebut,” ujarnya.

Ia menjelaskan, setelah hasil musyawarah dengan pihak direksi,  pihaknya akan segera membayar pada Senin (26/03) mendatang.

” Karena segala kebijakan apa pun itu, ada di pihak direktur untuk menentukan kebijakannya. Tapi alhamdulilah setelah mengadakan musyawarah tuntutan para karyawan yang diwakili FKKRS terjawab sudah,” terangnya.

Susanto menegaskan, dengan adanya aksi apel karyawan ini tidak menghambat terhadap pelayanan pasien di rumah sakit. Karena tidak semua karyawan ruangan ikut, karena ada sip siang dan sip malam.
Selain itu, salah seorang karyawan RSUD Sayang Cianjur yang enggan disebutkan namanya menuturkan, terjadinya aksi tersebut akibat komite keperawatan tidak berpihak kepada karyawan.

” Saya berasumi bahwa komite atau kabid-kabid tidak berani menanyakan kepada pihak management untuk mewakili karyawan atas tuntutan insentif tersebut mungkin terancam dikeluarkan dari RSUD,” kata dia.

Menurut dia, pihak management RSUD Sayang Cianjur hingga saat ini tidak ada keterbukaan terhadap karyawan.

” Beda halnya sama RSUD lainnya, keterbukaan  selalu terjalin sama karyawan,” ungkapnya.

Setelah usai aksi tersebut, sekitar 5 orang perwakilan aksi bertemu langsung dengan direktur utama dan wakil direktur RSUD Sayang Cianjur. Mereka menuntut dana insentif selama dua bulan, dana talangan, dana jasa SKTM serta Jampersal selama bulan Juni 2017 yang belum juga terealisasi.

Terpisah, Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan, terkait adanya aksi unjuk rasa yang dilakukan karyawan RSUD Cianjur tersebut, pihaknya menjamin tidak akan ada karyawan yang akan kena PHK.

” Memang berdasarkan keterangan dari pihak RSUD dana insentif bagi karyawan tersebut, hingga saat ini belum dibayar oleh BPJS. Jika dikalkulasikan tunggakan BPJS ke RSUD Cianjur mencapai  Rp 28 miliar,” terang Herman.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here