Puluhan Rumah Rusak Akibat Pergerakan Tanah

0
79
Puluhan rumah warga di Wilayah Cianjur Selatan Rusak akibat pergerakan tanah

Laporan : Aldan

Cianjur, metronusantara.com – Peristiwa longsor dan pergerakan tanah di Kabupaten Cianjur, khususnya di wilayah Cianjur Selatan terus bermunculan. Bahkan bencana tersebut juga terjadi di empat desa di Kecamatan Takokak. Akibatnya, puluhan rumah rusak, termasuk masjid, dan madrasah.

Sekretaris Kecamatan Kadupandak, Wahyu Efendi mengungkapkan, peristiwa longsor dan pergerakan tanah tersebut sudah terjadi sejak Sabtu (30/9) lalu. Namun dampak paling parah baru terlihat bebrapa hari terakhir ini.

” Setiap hari tanah terus bergeser di beberapa titik bahkan sudah ada yang longsor. Pergerakan tanahnya ada di empat desa, yakni Desa Sukaraharja, Sukasari, Wargaasih, dan Wargasari,” kata dia saat dihubungi melalui telepon seluler, Selasa (3/10) lalu.

Menurut dia, yang paling parah terjadi di Desa Wargasari dan Wargaasih. Hingga jumlah rumah yang rusak mencapai puluhan. Selain rumah, masjid jami dan madrasah juga terkena dampak pergerakan tanah.

” Di Wargaasih ada 29 rumah warga yang rusak dan satu masjid jami, sementara di Wargasari sebanyak 10 rumah warga dan satu masjid jami serta satu madrasah,” kata dia.

Wahyu menuturkan, pihaknya terus melakukan pemantauan ke desa yang mengalami pergerakan tanah dan longsor tersebut. Warga yang terancam pun diimbau untuk segera mengungsi ke tempat yang aman atau ke sanak saudaranya.

Sementara itu, Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Asep Suparman, mengatakan, dengan munculnya laporan pergerakan tanah dan longsor di Kadupandak, total daerah yang mengalami bencana menjadi lima.

” Awalnya ada empat kecamatan, yakni Kecamatan Cibinong, Sindangbarang, Tanggeung, dan Takokak. Saat ini ada laporan dari Kadupandak. Tapi ada juga laporan dari kecamatan lain, meskipun belum valid dan data resmi dari camatnya,” kata dia.

Dia mengaku belum bisa menetapkan darurat bencana untuk Cianjur selatan. Sebab harus ada proses dan rekomendasi dari BMKG. Namun pihaknya sudah menerapkan tanggap bencana bersama semua pihak.

“ Saat ini yang terpenting kami fokus melakukan penanganan pasca bencana di Takokak, sebab terbesar dampaknya di Takokak dengan 800 rumah di banyak titik se-Desa Waringinsari,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here