Polrestabes Surabaya Ungkap Kasus Tindak Pidana Penipuan

0
208
Polrestabes Surabaya berhasil ungkap kasus tindak pidana penipuan

Laporan : Rahmat Saleh

Surabaya, metronusantara.com – Jajaran petugas kepolisian Polrestaber Surabaya, berhasil mengungkap kasus tindak pidana penipuan. Selain itu, petugas pun berhasil meringkus para pelaku penipuan sebanyak 8 (delapan) orang. Ke delapan orang itu memiliki tugasnya masing-masing. Hal tersebut diketahui saat dilaksanakan Press Release  Minggu (29/10) sekira pukul 15.00 WB.

Selanjutnya disebutkan, tersangka IR (34) warga Sidenreng Rappang, bertugas sebagai operator yg berkomunikasi dan memandu korban untuk ATM. MY (36) warga Sidenreng Rappang, bertugas sebagai operator yg berkomunikasi dan memandu korban untuk ke ATM. SD (30) warga Sidereng Rappang, bertugas sebagai operator yg berkomunikasi dan memandu korban untuk ke ATM.

Selanjutnya RF (30). JA (40) warga Sidenreng Rappang, bertugas sebagai operator yg berkomunikasi dan memandu korban untuk ke ATM. AM (41) warga Sidenreng Rappang, bertugas sebagai penyedia tempat berikut sarana dan prasarananya. Kemudian A (30) warga Sidenreng Rappang, bertugas meletakan dokumen palsu di jalan- jalan area Surabaya, Mojokerto, Pasuruan dan lainnya  serta S (47) warga Sidenreng Rappang, bertugas melipat dan memasukkan dokumen palsu kedalam amplop warna coklat.

Ada pun mudus operandinya, pelaku membuat dokumen palsu berupa SIUP dan Cek senilai 3.470.000.000 (tiga milyar empat ratus juta rupiah). Selanjutnya dokumen tersebut dimasukkan kedalam amplop warna coklat. Setelah itu amplop disebar di jalan – jalan wilayah Surabaya, Mojokerto, Pasuruan dan beberapa wilayah lainnya di Indonesia.

Jika amplop coklat berisi dokumen palsu tersebut ditemukan oleh korban, dipastikan korban akan menghubungi pelaku menggunakan nomor telepon yang tercantum pada dokumen palsu. Saat mengangkat telepon pelaku mengucapkan terima kasih kepada korban. Sebagai tanda ucapan terima kasihnya, pelaku menjanjikan imbalan uang sebesar Rp 100.000.000,- melalui tranfer.

Kemudian pelaku meminta korban untuk datang ke ATM dengan berpura-pura mengecek saldo. Setelah itu pelaku memandu korban untuk memasukan ATM dengan menggunakan menu bahasa Inggris. Hingga tanpa Sadar korban diminta pelaku untuk menekan tombol Order transaction.

Berikutnya korban memasukkan rekening sesuai permintaan pelaku. Selanjutnya korban diminta memasukkan nominal ganjil dan terakhir korban diminta menekan tombol Correct (benar). Saat itulah dana milik korban telah terkirim ke rekening pelaku.

Selain itu, modus lainnya yaitu, pelaku juga menyebarkan kupon undian berhadiah 1 (satu) unit mobil All New Nissan X – Trail dari minyak goreng Bimoli ke rumah-rumah di wilayah Surabaya dan sekitarnya.

Menurut keterangan, sindikat pelaku ini telah melakukan penipuan dengan kedua modus tersebut diatas dibeberapa Provinsi/Wilayah di Indonesia. Antara lain, Provinsi Lampung, Aceh, Sumatera Utara, Bengkulu, Riau, Jambi, Bangka Belitung, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tenggara, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur dan beberapa daerah lainnya.

Selain para tersangka pelaku penipuan, petugas kepolisian juga berhasil menyita beberapa barang bukti. Antara lain, 1 (satu) Handphone Samsung hitam bergaris hijau dengan nomor 085273509567. 1 (satu) Handphone Samsung Flip warna putih dengan nomor 081357576087. 1 (satu) unit sepeda motor Honda VARIO.

9 (sembilan) lembar kartu telepon Simpati dan Indosat. 68 (enam puluh delapan) lembar amplop coklat yang berisikan SIUP Palsu dan Cek palsu yang siap diedarkan. 1 (satu)  buah buku tulis/catatan pendapatan hasil dugaan penipuan.  56 (lima puluh enam) lembar cek Bank BTN Palsu.

20 (dua puluh) lembar cek Bank Panin Palsu yang belum terpotong/tercetak. 1 (satu) bendel bahan kertas pembuatan cek palsu. 1 (satu)  bendel dokumen SIUP (Surat Ijin Perdagangan) palsu. 23 (dua puluh tiga) lembar kertas cetakan pas foto yang belum terpotong. 1 (satu) buah Laptop ACER type ASPIRE E1-431 beserta kabel cas.

3 (tiga) buah print EPSON L310.1 (satu) buah alat pemotong kertas.  3 (tiga) buah alat press pemanas plastik. 2 (dua) buah gunting kertas. 1 (satu) bendel kupon undian. 1 (satu) bendel kertas kosong merek Prodigi. 24 (dua puluh empat) pack amplop coklat kecil. 2 (dua) buah isolasi bening besar. 2 (dua) bendel plastik amplop.  2 (dua)  bendel plastik foto kecil.

24 (dua puluh empat) handphone berbagai macam jenis dan type. 1 (satu) unit Mobil Toyota Avanza. 1 (satu) bendel cek Bank BTN Palsu. 1 (satu) bendel cek Bank Panin Palsu. 3 (tiga) rim SIUP (Surat Ijin Perdagangan) palsu. 10 (sepuluh) pax amplop. 3 (tiga) bungkus pembungkus plastik dan  6 (enam) Buku rekapan.

Pada kesempatan tersebut Kapolrestabes Surabaya mengimbau pada masyarakat, untuk tidak mudah percaya kepada orang yg memberikan iming-iming hadiah melalui telepon. “ Karena itu dipastikan adalah penipuan,” ujarnya menegaskan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here