Penggarap Pasrah, Sawah Carik Desa Ditertibkan

0
232
Sawah carik Desa Neglasari

Laporan : Sam Apip

Cianjut, metronusantara,com – Pemerintahan Desa Neglasari Kecamatan Cianjur Jawa Barat dibantu pihak LPM dan tokoh masyarakat setempat, melakukan penertiban aset desa. Termasuk 1,5 Ha lahan sawah carik desa yang sekarang akan digarap langsung pihak Pemerintahan Desa Neglasari. Karena sebelumnya  sawah carik desa tersebut digadaikan Kepala Desa Neglasari terdahulu,  atas nama pribadi Onang Sobandi dan digarap pihak lain.

Karena itulah, sawah carik desa diambil alih kembali garapan oleh pihak desa. Karuan saja, pengambil alih garapan sawah carik desa itu menuai kontroversi.

Namun setelah dilakukan musyawarahh, ternyata seluruh penggarap sadar. Para penggarap pun dengan suka rela menyerahkan garapannya pada pemiliknya. Yaitu  pihak Pemerintahan Desa Neglasari.

Herman (55) warga Kota Bandung mengatakan, pihaknya pada dua tahun yang lalu telah melakukan transaksi dengan Onang Sobandi. Saat itu Onang  menggadai sawah carik desa  seluas kurang lebih 600 tumbak atau 8400 meter persegi  dengan uang senilai  Rp 90 juta.

Maka dengan dilaksanaknnya penertiban aset desa, termasuk sawah carik desa, Herman sadar bahwa sawah yang digadainya sudah harus diserahkan kembali pada Pemerintahan Desa Neglasari. “ Sedangkan  mengenai uang gadaian, nanti saja akan saya tagihkan pada keluarga Onang Sobandi,” kata Herman.

Lebih lanjut Herman mengatakan, dikembalikannya sawah gadaian itu karena dirinya sadar kalau sawah seluas 1,5 Ha yang digadainya itu milik Pemerintahan  Desa Neglasari. “ Digadaikan atas nama pribadi Onang, maka bila diambil pihak yang berhak, tentu saja harus diberikannya dengan  rela dan sadar,” kilahnya.

Lain halnya dengan Cecep  (50) warga  Kampung Sukamulya Desa Neglasari. Cecep menggarap sawah  carik desa kurang lebih seluas 3500 meter persegi dengan uang  gadaian seharga  Rp.40 juta. Cecep mempersilahkan garapannya diambil pihak Pemerintahan Desa Neglasari. Tapi uang gadainya senilai Rp.40 juta harus  dikembalikan pula.  Karena uang tersebut bukan miliknya melainkan milik salah seorang warga Kota Bandung.

” Sawah  carik desa yang digadai pada, saya akan kembalikan  asal uang gadainya sebesar Rp.40 juta dikembalikan pula dengan cara sekaligus pula. Karena uang tesebut bukan milik saya melainkan milik majikan saya, warga Kota Bandung,”   ucapnya dengan nada tinggi.

Sementara itu, Pjs Kepala Desa Neglasari Andriana menjelaskan, pengambilan sawah seluas 1,5 ha yang sekarang digarap beberapa  orang  penggarap untuk penertiban aset desa. Mengenai uang gadai yang telah diberikan pada Kades Onang, pihak desa menjanjikan akan mengembalikannya.

Namun, lanjut Andriana, pengembaliannya akan disesuaikan  dengan kemampuan Pemerintahan Desa Neglasari. Dan berdasarkan hasil musayawarah dengan BPD. Tapi swmuanya  akan dikembalikan  meski dengan   cara dicicil atau dibayarkan dari hasil garapan sawah itu sendiri.

“ Bila Pemerintahan  Desa Neglasari bersikeras, tidak akan menjadi masalah. Karena seluruh sawah carik desa, itu digadaikannya bukan atas nama pemerintahan desa melainkan atas nama pribadi Onang Sobandi, tapi dengan cara manusiawi maka pihaknya sanggup mengganti dengan cara dicicil, jelasnya,

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here