Penertiban Kios di Jalur  Cipanas-Puncak, Berakhir Ricuh

0
190
Penertiban kios di jalur puncak berakhir ricuh

Laporan : Aldan

Cisnjur, metronusantara.com – Penertiban ratusan kios dan pedagang di sepanjang jalur jalan utama Cianjur hingga Ciloto – Puncak, Rabu (11/10) kemarin, berakhir ricuh. Penertiban kios dan pedgang itu  dilakukan petugas gabungan, dari Satpol PP Cianjur, Polres Cianjur, TNI, dan Damkar Cianjur.

Kericuhan terjadi saat  para pedagang menolak penertiban kios tersebut. Pasalnya, mereka  sudah puluhan tahun mengais rezeki dengan membuka kios kopi dan rokok di wilayah itu. Karena itu mereka menolak untuk dilakukan penertiban oleh petugas gabungan.

Aksi penolakan pun dilakukan para pedagang dengan  pembakaran sejumlah material kayu dari bongkaran kios mereka yang dilakukan di tengah jalan. Hingga menyebabkan kemacetan di ruas Jalan Raya Ciloto-Pucak.

Adang (36), seorang  pedagang mengaku, dirinya sangat kecewa atas kebijakan penertiban yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur terhadap ratusan kios yang ada di sepanjang jalan utama tersebut.

Sebab, kata pria yang akrab disapa Fals itu, penertiban yang dilakukan itu, tanpa memberikan solusi bagi para pedagang untuk kembali mengais rezeki.

“ Jelas kami kecewa dan menolak. Karena, pemerintah dengan seenaknya menertibkan tanpa mereka pikirkan nasib kami yang sehari-hari mengais rezeki untuk biaya hidup keluarga kami,” kata Fals, saat ditemui wartawan, disela-sela pembongkaran.

Menurut dia, seharusnya Pemkab Cianjur sebelum membongkar kios memberikan solusi dulu. Misalnya dengan merelokasi para pedagang ke lokasi yang memang diperuntukukan untuk berdagang.

“Ini bukan solusi,mereka main bongkar saja. Sementara, kami harus memikirkan nasib kami selanjutnya,” kilahnya dengan nada tinggi.

Para pedagang menilai, Pemkab Cianjur sangat arogan dan tidak sayang kepada warganya. Terutama warga kecil seperti para pedagang yang kiosnya dibongkar.

“ Harusnya, pemerintah melindungi warganya bukan justru membuat kami terlantar,” ucap bapak dengan empat orang anak itu.

Hal senada diungkapkan Uus Hendra (42) warga Kampung Cijedil RT 02/01, Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang. Ia mengaku, sangat bingung dengan rencana Satpol PP Cianjur untuk menertibkan puluhan pedagang yang ada di sepanjang ruas jalan tersebut.

Uus menebutkan, petugas penegak Peraturan Daerah (Perda) itu memberikan tenggang waktu hingga Selasa (10/10) atau berbarengan dengan dikeluarkannya surat peringatan ketiga oleh Satpol PP Cianjur.

“ Kami tak tahu harus pindah berdagang kemana, jika warung yang kami tempati untuk mencari rezeki selama hampir delapan tahun ini harus ditertibkan,” kata Uus.

Uus yang sehari-hari berjualan  kopi dan rokok serta mie rebus itu, mengatakan, ia dan puluhan pedagang lainnya sangat  kecewa dengan kebijakan yang diambil oleh Pemkab Cianjur, tanpa memikirkan nasib para pedagang.

“ Seharusnya, pemerintah memberikan solusi bukan hanya bisa menertibkan saja, sediakan tempat bagi kami untuk melanjutkan mencari nafkah bagi keluarga,” ucapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here