Penderita Epilepsi Ditemukan Tewas Di Kolam Pancing

0
77
Ilustrasi

Laporan : Aldan

Cianjur, metornusantara.com – Dimas (20) yang diduga mengidap penyakit epilepsi, warga Kampung Cibinong Desa Ciwalen Kecamatan Warungkodang Cianjur Jawa Barat,  ditemukan sudah tidak bernyawa di kolam pancing yang jaraknya hanya 1 kilometer dari rumah korban, Rabu (31/01) kemarin.

Jasad Dimas ditemukan sejumlah pelajar SDN Cipetir yang hendak berangkat sekolah. Korban saat ditemukan sudah dalam keadaan terapung sekira pukul 07.00 WIB. Korban ditemukan di kolam pacing yang memiliki kedalaman kolam 50 cm.

Menurut keterangan, sebelum tewas, korban dikabarkan sempat keluar rumah dalam keadaan sakit yang dideritanya sekira pukul. 03.00 WIB dini hari. Korban meninggalkan rumah saat ditinggalkan orang tuanya untuk berbelanja ke pasar. Setelah orang tuanya pulang ke rumah, anak remajanya tersebut sudah tiadak ada. Baru sekira pukul 07.00 WIB, warga sekitar geger dengan ditemukannya Dimas sudah tak bernyawa dan tergapung di kolam pancing.

Kerabat korban Munte (49) mengatakan, selama hidupnya korban mengidap penyakit epilepsi dan pada saat itu diduga  penyakit Dimas kambuh.
” Almarhum memang mempunyai riwayat penyakit epilepsi. Mungkin saat itu penyakitnya itu lagi kambuh, sehingga akhirnya almarhum terpeleset dan jatuh ke dalam kolam pancing yang tak jauh dari rumahnya,” ujar Munte.

Menurut dia, orang tuanya selalu melarang Dimas keluar rumah dan tidak bermain dengan teman sabayanya. Sebab Dimas punya penyakit, karena itu sebagai orang tua punya kekhawatiran terhadap anaknya. Apalagi anaknya itu memiliki penyakit.

” Menurut orang tuanya, kemarin saat ngobrol, memang sekitar pukul 03.00 pagi itu orangtua Dimas berangkat ke pasar, mungkin pada saat orang tuanya di pasar Dimas keluar rumah hingga terjadilah hal yang selama ini dikhawatirkan,” katanya.

Panit Reskrim Polsek Warungkondang Ipda Wandi Kuswandi mengatakan,  diduga korban terpeleset  hinga tersungkur ke kolam saat korban sedang berjalan.

“ Setelah dilakukan pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan, diduga koran meninggal karena terpeleset ke kolam,” kata Wandi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here