Pembuang Limbah B 3 Tertangkap

0
194
Pembuang limbah B3 tertangkap saat hendak membuang limbah di Kampung Muhara RT 02/10 Desa/Kecamatan Haurwangi Cianjur Jawa Barat

Laporan : Sam AS

Cianjur, metronusantara.com – Lahan kosong seluas kurang lebih 1 Ha yang berlokasi di Kampung Muhara RT 02/10 Desa/Kecamatan Haurwangi Cianjur Jawa Barat, milik H. Fadillah warga Bandung yang digarap Dedi alias Uking, ternyata dijadikan tempat pembuangan limbah textil, bekas celup pewarna kain. Limbah yang masuk kategori limbah B3 itu, berasal dari babrik textil PT. Sansan, jalan Cibaligo Kotip Cimahi. Pelaku pembuang limbah, Senin (12/02)  tertangkap tangan pihak jajaran Polsek dan Koramil Bojongpicung, dengan barang bukti satu unit truk No Pol T 9421 DC.

Informasi yang dapat dihimpun, lahan kosong seluas 1 Ha yang berlokasi di pinggir anak sungai Citarum itu, telah lama dijadikan tempat pembuangan limbah bekas celupan pewarna kain (limbah B3). Hingga limbah tersebut nampak sudah menggunung.

Sehubungan dengan hal tersebut, warga setempat merasa gerah dan tidak setuj. Karena selain terhirup bau busuk, juga air anak sungai Citarum tidak bisa dimanfaatkan untuk mandi dan cuci. Demikian pula pasir kalinya tidak bisa didulang. Sebab air anak sungai tercemar, hingga mengakibatkan gatal pada kulit.

Konon katanya, biasanya limbah tersebut dibuang pada malam hari. Namun kali ini, mungkin sopir truk pembuang limbah sedang nahas. Karena saat membuang sampah diketahui warga setempat dan langsung melapor pada Babinsa Desa Haurwangi, Koptu Haryadi. Hingga akhirnya sopir beserta mobilnya ditahan warga setempat.

“ Kejadian tersebut langsung dilaporkan ke Polsek dan Koramil Bojongpicung, untuk ditindak sesuai aturan yang berlaku,” ucap Badrudin, tokoh masyarakat setempat.

Kapolsek Bojongpicung, AKP Muhamad Nur menjelaskan, pihaknya mengetahui adanya warga Kabupaten Bandung yang membuang limbah B3 bekas celupan pewarna kain, berasal dari informasi  Babinsa Desa Haurwangi dan dari warga setempat.

Menurut dia, pembuangan limbah bekas celupan pewarna kain itu tidak boleh dibuang sembarangan. Karena mengandung bahan kimia yang membahayakan untuk kelanhsungan hidup manusia, hewan, tumbuhan dan mahluk lainnya.

Maka dengan tertangkap tangannya pembuang limbah tersebut, para pelaku beserta armadanya diamankan terlebih dahulu untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Kapolsek menegaskan, walaupun telah diketahui limbah tersebut mengandung kimia membahayakan, pihaknya akan melakukan pengecekan di labotarium untuk mengetahui kepastian kadar dan kandungan limbah B3 tersebut.

Sementata itu, Danramil Bojongpicung Kapten (Inf) Mustopa menambahkan, memang benar pihaknya bersama Kapolsek telah menangkap langsung warga Bandung yang membuang limbah dedak cairan kimia bekas celupan pewarna kain dari pabrik texsil.

Dibuangnya limbah tersebut, selain melanggar aturan yang berlaku  juga  merugikan berbagai pihak. Karena limbah yang dibuang akan turun ke anak sungai Citarum. Sedangkan aliran air  anak sungai tersebut  masih digunakan untuk mandi dan cuci pakaian. Demikian pula pasir kalinya saat didulang warga setempat, terasa gatal pada kulit. Hal yang sama juga dialami warga yang telah menggunakan air anak sungai tersebut.

“ Maka dengan tertangkap tangannya pembuang limbah itu, kami berharap agar diproses dengan serius, supaya membuat efek jera,” kata Mustopa.

Dilain pihak, sopir truk yang mengangkut limbah, Deden (42) warga Kabupaten Bandung, mengaku akan membuang limbah ke Karawang sesuai surat jalan. Namun ditengah perjalanan menuju Karawang dibel salah seorang warga Muhara Tedi (40) minta limbah diturunkan di Muhara dengan alasan untuk pupuk.

“ Satu truk mampu mengangkut limbah seberat 7,3 ton. Sedangkan  para pekerja yang menurunkan limbah diberi upah Rp. 150 ribu tiap truknya dan bagi pemilik lahan dibayar Rp. 300 ribu per truknya,” aku  Deden pada wartawan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here