Pembangunan TPT, Drainase Diduga Tidak Sesuai Bistek

0
155
Pembangunan TPT, Drainase didga tidak sesuai bestek

Liputan : Sam

Cianjur, metronusantara.com – Pembangunan  Cor Beton  jalan antara Desa  Jati sampai Cikondang Kecamatan Bojongpicung Cianjur Jawa Barat, sepanjang  5 KM,  dikerjakan PT. Beverint Hydro Tech  Konsorsium. Pengecoran jalan tersebut dibiayai dari dana hibah PLN.

Namun pada pembangunan  Tembok Penyangga Tanah (TPT) atau Drainasenya, diduga pengerjaannya  tidak sesuai bistek yang ada. Pasalnya, menurut beberapa pengamat pembangunan, pemasangan batu pecahnya tidak diawali dengan pemasangan pondasi. Bahkan, mayoritar pemasangan batu pecah cukup hanya ditempelkan atau disenderkan di dinding tanah.

Pengerjaan seperti itu, terjadi pada pembangunan  TPT, darinase  yang  berlokasi di Kampung Cidukuh, Belendung, Nangkorek dan Kampung  Cikondang Desa Cikondang. Ironisnya lagi, pengerjaannya disubkan pada Yudi (30) warga Cianjur.

Ada pun nilai sub kontraknya  sebesar,  Rp.350 ribu per kubik dan ditambah gali tanah dengan harga Rp.10 ribu per meter lari. Namun upah kerja tersebut dinilai terlalu murah.

Karena sebenarnya pembangunan TPT, Drainase dan pemasangan batu yang tercatat pada  kontrak PT. Baverint  senilai Rp 600 ribu lebih per meter kubiknya. Tapi ternyata disubkan lagi oleh  pihak PT. Baverin pada warga setempat senilai Rp,350 ribu per meter kubiknya.

Mungkin karena itulah, pihak pengesub  melaksanakan  pembangun TPT, Dranase, terkesan asal jadi. Hingga tidak memperhatikan kualitas pekerjaan,  melainkan kuantitas, kubikasi  yang dikejarnya. Akibatnya kualitas  pembangunan TPT, drainase  terkesan sangat mengkhawatirkan.

Soalnya, bila dipaksakan dipasang sesuai atauran, maka pihak pengesub akan rugi. Seperti halnya Kang Abada (50) warga Cikondang  sepekan kebelakang mengalami kerugian senilai Rp.5 juta rupiah, persatu kali kontrak.

Banyak pihak berharap, PT. Baverint jangan terlalu menekan harga pada pengesub, bila perlu dinaikan lagi harganya. “ Minimal diangka Rp.400 ribu perkubiknya, maka kualitas bangunan TPT, drainase akan benar berkualitas,” ucap Anwar Saleh tokoh pemuda desa setempat.

Sementara itu, Yudi warga Cianjur, yang ngesub  pembangunan TPT, drainase di Kapmung Cidukuh, Belendung, Nangkorek dan Kampung  Cikondang Desa Cikondang, saat dikonfirmasi, Senin (30/10) mengatakan pada wartawan, memang benar adanya bahwa pihaknya sedang mengerjakan pembangunan TPT, Drainase dengan nilai kontrak Rp,350 ribu per meter kubik, ucapnya.

Dilain pihak, salah serorang petugas dari pihak  PT. Baverint,   Dani Irawan (32) mengatakan, Kang Yudi, Pak Nono dan rekan lainnya, bekerja membangun TPT, Drainase, itu bukan ngesub tapi bekerja sebagai rekanan. Karena secara kearifan lokal bahwa warga setempat harus dipekerjakan atau ikut bekerja.

Kalau mengenai nilai harga  per kubikasi, pihaknya menyatakan tidak tahu sama sekali. “ Karena nilai harga upah kerja itu bukan ranahnya, melainkan ranah pihak manager PT. Baverit,” kilahnya,

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here