Para Pedagang Cingcau Masih Belum Sadar Akan Kebersihan Lingkungan

0
137
Aparat kecamatan, desa & OPD Haurwangi selalu melaksanakan Jumsih di sekitar taman kaligrapi Asmau Husna

Laporan : Sam AS

Para pedagang Cingcau yang tiap hari  mangkal di bawah tulisan kaligrafi Asmaul Husna, tepatnya di pinggir jalan raya eks tol Citarum, Kampung Panaruban Desa/Kecamatan Haurwangi Cianjur, nampaknya masih kurang sadar akan kebersihan lingkungan. Khususnya tentang cara membuang sampah maupun cara merapihkan gulma yang tumbuh di sekitar lingkungan tulisan kaligrafi.

Karena  itu, seluruh apartur kecamatan, desa dan OPD yang ada di Kecamatan Haurwangi, tiap Jumat pagi harus ekstra sibuk membersihkan sampah dan gulma yang tumbuh di sekitar lingkungan kaligrafi Asmaul Husna.

Kasi Trantib Kecamatan Haurwangi, Sahril Suangsa mengatakan, Pemerintahan Kecamatan Haurwangi, memiliki program Jumat Bersih (Jumsih). Kegiatan tersebut dilaksanakan setiap Jumat pagi setelah selesai melaksanakan senam pagi.

Baru-baru ini, Jumsih difokuskan di sekitar lingkungan tulisan kaligrafi Asmaul Husna yang ditempel di tebing pinggir jalan eks tol Citarum. Karena tiap pekannya banyak sampah plastik yang berceceran di sekitar lingkungan kaligrafi juga rumput, gulma yang tumbuh di sekitar itu cukup banyak.

Sampah yang berceceran di sekitar itu, bekas makanan warga lain yang istirahat sambil jajan Cingcau, baso dan jajan makan lainnya. Sedangkan jajanannya dibeli dari pedagang yang tiap hari mangkal di sekitar tulisan kaligrafi Asmaul Husna.

Padahal jauh sebelumnya para pedagang yang berjualan di sekitar  kaligrafi sering diberi penjelasan. Bahkan diingatkan setelah selesai berjaualan, hatap lapak bekas berjulan dibersihkan dan sampahnya jangan dibuang sembarangan.

Namun kenyataannya. sampah bekas jajanan tiap harinya selalu berceceran di pinggjr jalan. Hingga aparat kecamatan dan Desa Haurwangi, tiap pekan harus kerja ektra membereskan lingkungan kaligrafi Asmaul Husna. Hal itu menandakan, bahwa para pedagang Cingcau dan pedagang lainnya yang tiap hari mangkal di trotoar di bawah tulisan kaligrapi Asmaul Husna masih kurang sadar cara membuang sampah.

“ Padahal para pedagang tersebut, tidak dimintai urunan, distribusi seperakpun, karena itu kami mohon kesadaran para pedagang akan kebersihan lingkungan,” ujar Sahril.

Sementra itu, tokoh pemuda Kecamatan Haurwangi Mahram (47) mengatakan, memang benar baru-baru ini seliruh aparat kecamatan, desa, dan OPD Kecamatan Haurwangi, melaksanakan Jumsih. Mereka fokus membersihkan sampah yang ada di taman kaligrafi Asmaul Husna. Karena di sekiltar lingkungan kaligrafi tersebut,  banyak sampah berceceran di pinggir jalan.

Hal itu terjadi karena para pedang yang tiap hari mangkal berjualan yang di bawah taman kaligrafi Asmaul Husna, masih belum sadar akan kebersihan lingkungan. ” Kami berharap, para pedagang sadar akan kebersihan lingkungan dan ada rasa memiliki hingga kebersihan  di tempatnya berjualan dapat terjaga dan terawat baik,” kata Mahram.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here