Para Pecinta Binatang Buas di Ciranjang, Bentuk Komunitas Animal Lover

0
389
Para pecinta binatang buas yang bergabung di Komunitas Animal Lover Ciranjang

Laporan : Sam AS

Cianjur, metronusantara.com – Berbagai binatang buas  yang  biasanya hidup dan berkembang biak di alam tropis bisa dianggap hama oleh warga sekitar. Sepeti musang bulan, musang pandan, berang-berang,  buaya, biawakk, ular piton, kera  dan jenis binatang buas lainnya.

Seluruh binatang tersebut, sekarang ini banyak dipelihara  kaula muda warga  Ciranjang, Bojongpicung, Haurwangi, Sukaluyu dan Cikalong Kulon.

Hingga para pencita binatang  buas tersebut membentuk komunitas pencinta binatang buas yang diberi nama,” Komunitas Animal Lover Ciranjang,” yang beralamat di Gang Seher  Kampung Pasir Asem, Desa/Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur.

Ketua Komunitas Animal Lover Ciranjang Repy Taufik (27) mengatakan, memelihara binatang buas yang dianggap hama, mulanya hanya iseng saja. Ia mengaku, mengurus Luwak sejak kecil diperkirakan baru berusia satu minggu. Ternyata setelah besar Luwak tersebut jinak. Bahkan bisa bisa diajak bermain sama anak kecil.

Setelah itu berhasil, maka temannya lainnya mengikuti pula memelihara binatang yang jenisnya berbeda. Seperti ular sanca (piton), buaya, biawak, kera dan binatang buas lainnya. Ternyata binatang buas itu kalau dipelihara sejak kecil dengan telaten, dengan perasaan yang halus juga rasa memiliki dengan benar, binatang tersebut bisa jinak dan bisa dijadikan teman bermain tiap hari.

Setelah banyak pencinta binatang buas, maka pihaknya bersama teman lainnya membentuk komunitas pencita binatang buas yang hidup di alam teopis. “ Sekarang komunitas kami telah memiliki anggota sebanyak 35 orang pencinta binatang buas,” kata Repy Tafik.

Sementara itu, salah seorang  tokoh pemuda Kecamatan Haurwangi, Agus Juanda (47) mengatakan, meski pun binatang buas terlihat telah jinak, tapi tetap saja harus waspada. Sekali pun telah dianggap jinak dan bisa bersahabat dengan manusia. Tapi kalau tidak pandai memeliharanya atau dibiarkan lapar maka naluri kebinatangannya akan keluar, hingga bisa membahayakan manusia pula.

Karena itu pihaknya mengharapkan, para pencinta binatang buas, khususnya yang sudah bergabung pada Komunitas Animal Lover Ciranjang dan komunitas lainnya, diharapkan harus waspada. Selain itu, binatangnya tiap bulan harus diperiksakan ke doktor sepesial binatang, bila perlu divaksin rabies.

Sebab, bila binatang tersebut menggit manusia atau pemiliknya, penyakit rabiesnya tidak menular pada manusia. “ Karena seluruh binatang tersebut terindikasi sebagai binatang penular rabies,” tegas Agus Junaedi pada wartawan kemarin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here