Para Kontraktor Sesalkan Pernyataan Kepala Puskesmas Sukasari

0
356
Ilustrasi

Laporan : Rikki

Cianjur, metronusantara.com – Kepala Puskesmas Sukasari Kecamatan Sukasari Kabupaten Ciannur, Gumilar Farto Siswoyo melontarkan pernyataan yang menimbulkan kecaman dari profesi lain.  Pasalnya, hal tersebut bertentangan dengan kode etik tenaga kesehatan masyarakat. Karena dalam melakukan tugas dan fungsinya, Kepala Puskesmas harus bekerjasama dan saling menghormati dengan  profesi lain. Tanpa dipengaruhi oleh pertimbangan–pertimbangan keyakinan, agama, suku, golongan, dan sebagainya.

Dalam salah satu kesempatan, Gumi menyinggung tentang tipikal para kontraktor yang ada di Cianjur. Menurut dia,  sebagian besar pemborong itu tidak punya modal saat mengerjakan proyek yang bersumber dari keuangan negara. Dengan kata lain hanya mengandalkan uang pinjaman dari perbankan.

” Rata-rata (boleh di cek),  CV (kontraktor) di Cianjur itu kalau mengerjakan proyek, mereka pakai SI ke bank. Pinjaman ke bank, SPK mereka simpan di bank. Modal dari bank itu dipakai  buat ngerjain proyek.  “ Nanti pas pencairan sebagian dibayarin dipotong sebagian jadi untung. Rata rata CV di Cianjur seperti itu,” ucap Gumi dengan santai.

Dalam salah satu laman resmi disebutkan, jika SI adalah standing instruction. Yaitu  surat perintah tertulis dari nasabah kepada pemimpin suatu proyek (pimpro)/pejabat pembuat komitmen yang intinya bahwa pembayaran termin dari pekerjaan disalurkan melalui bank. Tempat nasabah mendapat kredit, SI ini berlaku sepanjang proyek tersebut berjalan.

Sontak pernyataan Gumi tersebut disesalkan Ketua Kadin Cianjur, Ahmad Nur Faisalsyaf dengan menyebutkan, statement Kepala Puskesmas tadi sangat tendensius. Justru disayangkan hal tersebut dilontarkan oleh pimpinan sebuah institusi yang tidak berkepentingan bicara soal tersebut.

” Saya kira itu sangat tendensius karena para kontraktor sebagian besar itu punya modal. Tidak benar juga kalau mereka hanya mengandalkan SI semata. Tentu kami menyayangkan jika pernyataan itu harus keluar dari Kepala Puskesmas Sukasari yang tidak memahami persoalan di lapangan yang sesungguhnya, ” katanya saat ditemui di ruang kerjanya.

Salah seorang kontraktor, Hermawan (50) mengaku kaget sekaligus mengecam ucapan yang terlontar dari Kepala Puskesmas tadi. Lantaran tidak mendasar bahkan tidak menghormati profesi lain. Padahal semestinya Gumi  berpijak kepada kode etik profesi tenaga kesehatan masyarakat.

” Sangatlah tidak pantas Kepala Puskesmas bicara seperti itu apalagi tidak mendasar sama sekali.  Kontraktor tidak akan terima jika dikatakan kalau mengerjakan proyek hanya mengandalkan pinjaman dari bank semata, ” bebernya.

Terkait hal itu,  dia menyarankan agar Gumi mempertanggungjawabkan ucapannya ke hadapan  publik terutama ke para kontraktor. Sebab,  apa yang diucapkan jauh dari kebenaran bahkan terkesan membela diri atas persoalan yang membelitnya.

” Kalau pun Gumi ada problem dengan pihak lain bukan berarti dengan bebasnya bicara apalagi tidak disertai dengan fakta dan data. Dia harus mampu mempertanggungjawabkan ucapannya tersebut ke publik, ” tegasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here