Papan Proyek Pembangunan Irigasi DI Cihea Tak Dipasang

0
151
Pembangunan proyek TPT di Cihea, diduga kuat banyak menyalahi bestek

Laporan : Sam AS

Cianjur, metronusantara.com – Proyek pembangunan  Tembok Penyangga Tanah (TPT), saluran irigasi primer dan saluran sekunder di sepanjang jalur Daerah Irigasi (DI) Cihea yang berlokasi di Kecamatan Bojongpicung, Ciranjang dan di wilayah Kecamatan Haurwangi Cianjur, sekarang tengah dikerjakan PT. Dwi Krida Sempana Jakarta. Kontrak pekerjaannya senilai Rp. 11 milyar lebih yang berasal dari APBN.

Namun pengerjaan proyek pembangunan TPT tersebut, disoal berbagai pihak. Karena papan nama proyek tidak dipasang. Padahal itu merupakan suatu kewajiban pihak pengusaha, memperlihatkan ketransparanan terhadap publik. Selain itu juga diduga pemasangan matrial batu pecah diduga menyalahi bestek.

Salah seorang pemuda Kecamatan Haurwangi, Mahram (50) mengatakan, dengan adanya proyek pembangunan TPT saluran Irigasi primer dan sekunder Di Cihea, banyak disayangkan berbagai pihak. Karena pihak pengusaha diduga melaksanakan pengerjaannya asal asalan. Seperti tidak dipasangnya papan proyek. Padahal itu merupakan hal yang penting dan wajib dipasangnya, karena untuk memperlihatkan ketransparanan terhadap publik.

Selain itu, pengerjaan pembangunan TPT  saluran irigasi, diduga menyalahi brstek. Karena bahan adukan  matrial pasir pasang tidak layak pakai,  mirip tanah merah. Termasuk batu pecah yang dipasang dibagian muka alurnya mirip seperti jajar buah jagung dan pengerjaan seperti itu merupakan hal yang salah.

Hal tersebut membuat kecewa berbagai pihak. Karena itu diharapkan pada pihak dinas instansi terkait agar pengusaha segera ditegur.

“ Karena hal itu banyak merugikan masyatakat, khususnya para petani yang ada ditiga kecamatan,” ujar Mahram.

Sementara itu,  Kepala UPTD Pelayanan Infrastruktur Irigasi Wilayah III Ciranjang, Jenal Mutakin mengatakan,  mengenai papan nama proyek, pihaknya telah beberapa kali mempertanyakannya. Namun pihak pengusha hingga kini belum pula memasangnya. Untuk itu pihaknya telah meminta agar dalam waktu dekat agar segera papan proyek tersebut dipasang di tempat yang strategis. Karena hal itu merupakan hal yang penting  dan harus dipasang. Supaya benar transparan dan terlihat banyak pihak.

Kalau mengenai teknis pelaksanaan pemasangan berbagai matrial bahan bangunan, pihaknya belum mengetahui yang sebenarnya. Karena belum ditugaskan dan menjadi Kepala UPTD bisa dikatakan masih baru. Hingga belum tahu persis di lapangan dan belum adanya laporan dari para petugas dinas terkait yang ada di lapangan.

“ Tapi kalau benar pihak pengusaha menyalahi bistek,  itu sangat disesaalkan, dan untuk lebih jelasnya lagi, nanti kami akan langsung turun kelapangan melihat kondisi pembangunan TPT saluran irigasi DI Cihea,” ucap Jenal Mutakin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here