Paguyuban Masyarakat Cianjur Kidul Akan Usut Pemborong Jembatan Gantung Yang Ambruk

0
389
Jembatan gantung yang ambruk

Laporan : Aldan

Cianjur, metronusantara – Bidang advokasi hukum Paguyuban Masyarakat Cianjur Kidul (PMCK) Aa Jaelani,SH minta usut tuntas pemborong jembatan gantung (rawayan) terkait insiden putusnya jembatan gantung di Kecamatan Leles pada, Sabtu (3/2) lalu. Korban akibat putusnya jembatan tersebut, 11 luka ringan, 1orang kritis dan kini masih dalam perawatan di RSU Bunut Sukabumi.

Untuk itu, PMCK telah membentuk tim untuk mencari kebenaran terkait pembangunan jembatan rawayan penghubung antar dua desa. Yakni Desa Pusakasar dan Karyamukti. Pengerjaan jembatan tersebut terkesan asal-asalan oleh pemenang tender CV Duta Buana Kampung Cisepat RT 03/04 Kecamtan Cidaun dengan menggunakan anggaran APBD sebesar Rp 756 juta.

” Saya bersama teman-teman PMCK akan meminta pertanggungjawabannya terhadap pihak pengembang, karena menurut warga, jembatan tersebut  baru selasai 1 bulan lalu dan belum diresmikan,” kata Aa Jaelani, saat dihubungi, Senin (5/2).

Menurut dia, atas insiden kemarin  pihak rekanan Pemda Cianjur belum ada yang datang terhadap 12 orang korban tersebut. Bahkan 1 diantaranya masih dalam perawatan di RSU Bunut Sukabumi, karena mengalami luka serius.

” Makanya kami meminta kepada Pemerintah Cianjur untuk segera memanggil pihak rekanan agar memepertanngungjawabkan atas putusnya jembatan rawayan tersebut yang mengakibatkan 11 luka ringan dan 1 orang luka berat,” ujarnya.

Aa Jaelani menduga, pengerjaan jembatan rawayan di Desa Pusakasari Kecamatan Leles,Cianjur Selatan yang dilakukan pihak pemborong tidak sesuai bestek. Pasalnya, putusnya tali sling menunjukan, jembatan tersebut tidak kuat menahan beban 1 ton.
” Bahkan,saat pengerjaanpun tidak terpasang papan proyek,dan menggunakan pasir sungai Cisadea,” katanya.

Sementara itu, Kasi Kepegawaian Kecamatan Leles Elan Jaelani (48) mengatakan, ambruknya jembatan rawayan tersebut karena ikatan sling yang tak kuat menopang beban ke 12 orang warga Sikluk Desa Karyamukti. Mereka hendak melintas mengendarai 6 unit motor berboncengan setelah mengantar saudaranya pergi berobat ke RSUD Sayang Cianjur.

” Saat malam itu, tepatnya pukul 22.30 Sabtu (3/2), saya langsung ke lokasi. 12 orang bersama 6 unit motornya tercebur, bahkan ada satu orang bernama Saep yang sekarang masih kritis karena luka yang dideritanya cukup parah,” katanya.

Terpisah, Kasi Permukiman dan Perumahan Kabupaten Cianjur Yayan mengatakan, pihaknya sudah mendatangi pemborong jembatan rawayan tersebut. Menurutya, pihak pemborong berjanji akan membangun kembali jembatan rawayan yang ambruk tersebut.

” Saya sudah mendatangi pihak pengusahanya dan ia akan segera membangunkan kembali jembatan rawayan tersebut, dan akan menyantuni warga yang 12 orang kemarin yang jadi korban atas putusnya jembatan rawayan. Karena dalam kesepakatan itu masih dalam pemeliharaan dan tanggung jawab pengembang,” katanya.

Dia menuturkan, sekarang lokasi tersebut sudah dipasang plang untuk tidak dilalui. Diharapkan warga yang hendak menyebrang bisa melalui jalan yang lebih aman.

” Kalau dialihkan sementara kita belum tahu, karena sebelum dibangun warga Karyamukti yang hendak menyebrang menggunakan rakit,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here