Oknum Pendamping PKH Desa Kertasari Diduga Kutip Dana PKH

0
330
Ketua RW 04, juga Ketua PWK ARWT, Desa Kertasari, Kec Haurwangi, Dede Ristandi pakai topi..

Laporan : Sam AS

Cianjur, metronusantara.com – Turunnya dana bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) untuk ratusan warga Desa Kertasari, Kecamatan Haurwangi, tahap pertama anggaran 2018, senilai Rp. 500 ribu per Kepala Keluarga (KK), diduga kuat dikutip oknum petugas pendamping melalui para Ketua Kelompok.

Tentu saja adanya kutipan dana tersebut, membuat warga kesal. Karena tiap pencairan dana PKH, selalu ada kutipan dana dengan alasan uang perjuangan untuk para pengurus PKH tingkat kecamatan dan tingkat kabupaten.

Ketua RW  04 juga Ketua PWK ARWT,  Desa Kertasari, Dede Rustandi (49) mengatakan, berdasarkan hasil laporan dari beberapa orang warga yang mendapat dana bantuan PKH, dikutip oknum petugas PKH melalui para Ketua Kelompok dengan alasan untuk dana perjuangan.

Setelah mendengar hal tersebut, pihaknya langsung melakukan investigasi kesetiap warga yang mendapat bantuan dana PKH. Setelah diselidiki, hal itu ternyata benar adanya. Setiap warga  yang mendapat bantuan PKH dikutip para ketua kelompok dengan nilai variatif dari mulai Rp. 20 ribu sampai dengan Rp.50 ribu per KK nya.

“ Bila dilihat kutipan per KK nya, itu bisa dikatakan kecil,  tapi kalau dikalikan dengan jumlah perdesa nya mungkin bisa dikatakan cukup waw karena di lingkungan RW 04 saja ada 24 KK yang mendapatkan PKH,” kata Dede, pada wartawan.

Dilain pihak, tokoh masyarakat Desa Kertasari, Mahram Subarkah mengatakan, adanya oknum pendamping PKH yang menyuruh para ketua kelompok untuk mengutip dana PKH, itu disayangkan. Karena dana bantuan PKH tersebut telah mutlak milik warga kurang mampu yang memiliki harapan kedepan dan untuk dipergunakan sesuai kebutuhan keluarga tersebut.

Mahram menegaskan, kutipan dana tersebut sangat diharamkan berbagai pihak. Karena hal itu tergolong uang pungli. Apalagi dengan ada keterlibatan pihak dinas terkait. Alasannya uang perjuangan untuk pengurus PKH tingkat kecamatan juga  untuk orang dinas terkait. Bahkan, cara mengutip dananya pun seakan ditakut-takuti.

” Ada salah seorang warga Kampung Kondang RW 04 Ds Kertasari  yang mendapat dana bantuan PKH, mengaku dipotong Rp. 25 ribu dan diberinya sebab takut pada pencarian tahap berikutnya tidak beri lagi. Uang tersebut diberikan pada petugas Bank yang datang langsung pada Ketua Kelompok,” ucap Mahram menirukan ucapan salah seorang warga.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here