Ojeg Online Diserang Ojeg Pangkalan,  7 orang Ojeg Online Luka

0
110
Tempat mangkal pengemudi ojeg online diserang pengemudi ojeg pangkalan

Laporan: Aldan

Cianjur, metronusantara.com – Puluhan pengemudi ojek pangkalan menyerang tempat berkumpul para pengemudi ojek online di Jalan Pangeran Hidayatullah, Rabu, (7/2). Akibat serangan para pengemudi ojeg pangkalan tersebut, tujuh orang pengemudi ojeg online mengalami luka memar.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, kejadian tersebut berlangsung sekira pukul 15.00 WIB, saat para pengemudi ojek online beristirahat di salah satu rumah yang menjadi tempat berkumpul di RT 02/ RW 16 Kelurahan Sawahgede Kecamatan Cianjur.

Secara tiba-tiba dari arah Jalan KH Abdullah bin Nuh (BLK) datang puluhan pengemodi ojek pangkalan menuju Jalan Pangeran Hidayatullah.  Saat melalui depan tempat berkumpul, para pengemudi ojek pangkalan itu pun berhenti dan langsung melakukan penyerangan terhadap pengemudi onjek online tersebut.

” Ada tujuh orang di dalam rumah, termasuk saya. Memang biasanya kalau tidak ada orderan isitrahat di situ. tapi tadi tiba-tiba ada yang datang langsung nyerang,” ungkap  Syahrir (22), seorang pengemudi ojek online kepada wartawan.

Para pengemudi ojek online itu  mengalami luka memar pada bagian wajah dan tubuhnya, karena dipukul oleh sejumlah pengemudi ojek pangkalan. Bahkan  tidak hanya itu, beberapa barang milik para pengemudi online juga ikut hilang, seperti telepon pintar dan helm.

” Ada beberapa teman saya kedapatan luka memar di bagian wajah, tapi ada juga yang hanya luka ringan. Sekarang sedang dibawa ke rumah sakit untuk diobati. Selanjutnya kami akan melapor ke polisi,” ungkapnya.
Dari informasi yang dihimpun, bentrokan antara ojek online dan pangkalan di Cianjur bukan pertama kali terjadi. Beberapa kali keduanya terlibat percekcokan hingga hampir bentrokan. Bahkan belum lama ini kedua pihak sempat dimusyawarahkan, namun tidak menemui kesepakatan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Cianjur, Rachmat Hartono, menuturkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mencari solusi agar permasalahan transportasi roda dua tersebut tidak terjadi lagi hal serupa.

” Kami akan secepatnya berkoordinasi dengan Bakorlantas untuk mencari solusi agar antar pengemudi ojek tersebut tidak terjadi lagi bentrok,” ujarnya menegaskan.

Dia mengatakan, terkait dengan transportasi roda dua saat ini belum ada payung hukumnya. Maka  pihaknya akan memusyawarahkan demi mencari kesepakatan secara bersama.

” Kalau menurut aturan sebenarnya belum ada penggunaan sepeda motor sebagai angkutan atau transportasi umum. Makanya dalam pembahasan bersama Bakorlantas akan dibicarakan. Setelah itu, kami akan panggil pengurus dari kedua pihak,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here