Musim Hujan Tiba Petani Mengeluh, Karena Harga Gabah Turun Drastis

0
167
Pada musim hujan seperti sekarang ini, gabah susah kering, karena itu petani merugi akibat harga gabah yang menurun drastis

Laporan : Cece

Cianjur, metronusantara.com – Musim panen kali ini tak membuat petani di Kecamatan Warungkondang Cianjur Jawa Barat, gembira. Pasalnya, panen itu berbarengan dengan datangnya musim penghujan. Akibat insensitas hujan yang tinggi, harga gabah menurun drastis. Hingga para petani mengeluh dengan menurunnya harga jual gabah.

Sebelum musim hujan tiba, harga Gabah Kering Pungut (GKP) dibeli tengkulak seharga Rp 5.500,-  perkilo gram. Tapi dengan adanya musim hujan, harga GKP langsung menurun mrnjadi Rp. 4500- Rp. 5000 perkilo gram.

Menurun keterangan, pada musim hujan ini, para petani sulit untuk menjemur gabah. Hingga para petani cukup kesulitan untuk memperoleh gabah kering. Padahal, gabah kering itu yang banyak dicari bandar atau tengkulah gabah.

Salah seorang petani warga Desa Cisarandi Utay (50) membenarkan anjloknya harga gabah pada musim panen padi sekarang. Namun, karena terdesak kebutuhan, para petani terpaksa menjual gabahnya pada bandar dan tengkulak gabah.

Sementara salah seorang tengkulak padi warga setempat, Omang( 65 ) mengatakan, sebenarnya pada musim panen padi yang berbarengan dengan musim hujan ini, tidak saja para petani yang merugi, tapi para tengkulak dan pemilik pabrik  penggilingan padi pun ikut merugi. Karena tiap hari harus membayar karyawan penjemur padi dua kali lipat dari biasanya.

“ Sebab menjemur padi tidak kering satu hari, tapi memakan waktu dua sampai tiga hari dan penggilingan padi sering tidak beroperasi, karena padiya belum kering,” kilah Omang.

Dilain pihak, pemik penggilingan padi Subur Giling, warga Kampung Cipaku RT 02/01 desa setempat, Oyok (45) mengatakan,  para tengkulang banyak yang sewa penggilingan dipabrik miliknya. Namun pada musim hujan seperti sekarang, pihaknya juga kena dampak merugi akibat dari adanya musim hujan

Karena proses penjemuran gabah memakan waktu  yang cukup lama. Biasanya satu sampai tiga hari bisa keriñg dan siap giling. “ Tapi sekarang ini tiap jemur memakan waktu cukup lama, hingga banyak gabah yang dibeli dari petani sudah dua pekan  masih belum kering dijemur,” jelas Oyok.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here