Musim Angin Datang, Petani Daun Pisang Merugi

0
249
Pada musim hujan disertai angin kencang, petani daun pisang merugi. Psalnya, daun pisangnya sobek-sobek tertiup angin kencang

Laporan : Sam AS

Cianjur, metronusantara.com – Ratusan hektar tanaman pisang batu, milik para petani warga Desa Cihea  Kecamatan Haurwangi Cianjur Jawa Barat, daunnya tidak bisa dipanen. Pasalnya,  daun pisang yang sudah melebar tiap hari ditiup angin kencang, hingga  sobek-sobek dan bahkan ada yang hancur.

Salah seorang petani daun pisang warga Kampung Bantar Kalong Desa Cihea, Agus Ringgo menjelaskan, tanaman pisang batu yang daunnya dipanen tiap hari yang ada di Desa Cihea kurang lebih sekitar 120 Ha. Sekarang ini sedang datang musim angin, hingga merusak tanaman pisang batu. Daunnya sobek menjadi kecil-kecil bagaikan daun palem. Tentu saja daun pisang seperti itu tidak laku dijual pada tengkulak.

Maka dengan datangnya musim angin, para petani daun pisang menjerit. Karena produksi daun pisang tak laku dijual. Kecuali tanaman pohon pisang yang ditanamnya di lahan yang  terhalangi bukit, baru daunnya bisa dipanen. Karena anginnya tidak langsung dan tidak mengakibatkan daun pisang sobek.

Biasanya  Agus, tiap hari mampu memanen daun pisang tidak kurang dari 120 ponggol/tangkai. Tapi sekarang ini paling mampu tiap harinya 50-60 ponggol. “ Karena pendapatan menurun, kadang  untuk upah panen pun nombok,” jelas Agus.

Sementata itu, salah seorang tengkulak daun pisang warga Desa Cibea, Hilal Rizki (37) mengatakan, disaat misim angin datang, pasokan daun pisang ke Jakarta, Bogor, Bekasi dan kota lainnya, menurun drastis. Karena daun pisang sulit didapat. Sebab, daun pisang milik para petani banyak yang sobek tertiup angin kencang.

Biasanya ia tiap harinya mampu mengirim daun pisang ke berbagai kota sebanyak 450 ribu ponggol/tangkai. Tapi sekarang ini saat musim angin, hanya mampu mengirim daun pisang sebanyak kurang lebih 400 ribu ponggol tiap harinya. Itu pun sedikit sulit didapat dari para petaninya.

Hal itu, membuat para tengkulak merugi. Karena daun yang dibeli dari petani terlebih dahulu disortir, dari hasil sortiran itu kadang hingga 25 persen terbuang,  karena sobek-sobek akibat tertiup angin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here