Meri Diduga Sering Dianiaya Majikan Saat Jadi TKW di Malaysia

0
246
Kedatangan Meri disambut isak tangis keluarga

Laporan : Aldan

Cianjur,metronusantara.com – Nasib malang menimpa Meri (29) warga Kampung Pasir Astana RT 003/002 Desa Sirnajaya Kecamatan Gununghalu Kabupaten Bandung Barat Provinsi Jawabarat. Betapa tidak, saat ia jadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Negara Jiran Johor Malaysia selama 2 tahun. TKW tersebut terdampar di pelabuhan Tanjung Pinang dengan kondisi memprihatinkan.

Nampak ia tidak berdaya dan terindikasi mendapatkan bekas penganiayaan di badannya. Hal itu diketahui setelah Anggota Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia Raya Pembaharuan (Astakira P Cianjur) Abdul Ra’uf (41) mendapatkan kabar melalui telepon seluler dari rekannya yang ada di Tanjung Pinang.

Namun sekarang TKW asal KBB tersebut berhasil dipulangkan Astakira P Cianjur ke Kampung halamannya, pada Kamis (5/10) kemarin,  setelah dirawat  di Rumah sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjung Pinang sepuluh hari yang lalu. Tapi hingga kini belum diketahui siapa yang memberangkatkan TKW asal KBB itu.

” Awalnya ada teman saya telepon bahwa di pelabuhan Tanjungpinang ada TKW asal Indonesia yang  kondisinya sudah memprihatinkan, lalu  saya coba cek ke lokasi. Karena pada saat itu kebetulan saya lagi di Tanjung Pinang,” ujar Abdul Rauf.

Setelah sampai di darmaga Tanjung Pinang, benar adanya seorang perempuan kondisinya sudah memprihatinkan. Diajak ngomong pun tidak nyambung. Saat itu juga langsung  dibawa ke tempat teman yang ngasih kabar.

Setelah dua hari kemudian dibawa ke rumah sakit umum daerah Tanjung Pinang untuk mendapatkan perawatan medis. Ternyata perempuan tersebut kekurangan protein karena tiga hari tidak mendapatkan makan.Tapi pas sudah mendapatkan perawatan medis dia diajak ngomong agak nyambung.

Menurut Abdul Rauf, perempuan tersebut adalah seorang TKW asal Bandung Barat. Selama bekerja di Malaysia selalu mendapatkan siksaan dari majikannya. Karena sudah tidak tahan ia kabur dan terdampar di Tanjung Pinang.

” Setelah ia nyambung, pas diajak ngomong waktu dirawat, ternyata ia TKW asal Bandung Barat yang sering dianiaya majikan selama bekerja di Malaysia,” ucapnya.

Sementara itu Ketua DPC Astakira P Cianjur Hendri Prayoga mengatakan, pihaknya akan menindak lanjuti kasus terdamparnya seorang TKW asal Bandung Barat setelah berhasil dipulangkan ke kampung halamannya.

Bahkan Astakira P Cianjur akan berkoordinasi dengan P2TP2A provinsi dan Disnakertrans KBB supaya kasus ini terungkap hingga terang benderang. Selain itu pun supaya dapay diketahui siapa yang memberangkatkan TKW tersebut.

” Setelah saya dan teman -teman di Astkira berhasil memulangkan TKW atas nama Meri asal Bandung Barat ke kampung halamanya akan secepatnya menindaklanjut ke intansi terkait khususnya P2TP2A provinsi,” tandas Hendri.

Menurut Hendri, Meri ini diduga korban trafficking karena tidak ada dokumen-dukomen lengkap saat jadi TKW di Johor Malaysia, terkecuali pasport.

” Meri memang diduga jadi korban trafficking, karena tidak ada dokumen-dokumen lengkap,” ucap dia.

Hendri berharap, pemerintah daerah atu pusat, khususnya intansi terkait bisa sekiranya membantu menindaklanjuti kasus yang menimpa  TKW asal Bandung Bbarat itu. Karen kondisinya sampai saat ini masih memprihatinkan akibat dugaan sering disiksa majikan saat bekerja di Malaysia. Terlebih Neri adalah tergolong dari keluarga yang  tidak mampu.

” Kami dari Astakira P Kabupaten Cianjur berharap kepada pemerintah pusat maupun daerah khususnya intansi terkait, agar peduli dan menindaklanjut kasusnya agar terang benderang, dan pelaku bisa mempertanggungjawabkannya karena TKW ini mengalami depresi berat,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here