Mengaplikasikan Jejak Hidup Rasulullah SAW Diawali Dari Diri Sendiri & Keluarga

0
66
Ustad Apip Samlawi sedang memberikan tausyiah dihadapan ibu-ibu pengajian

Laporan : Agustus

Cianjur, metronusantara.com – Jejak kehidupan Nabi Muhammad Rasulullah SAW,  merupakan suritauladan untuk seluruh umat manusia di muka bumi sejak jaman dahulu hinga sekarang. Namun tentu saja seluruh jejak Rasulullah tersebut kadang sulit diaplikasikan berbagai pihak. Padahal suritauladan Rasulullah SAW itu seluruhnya bermuara pada kedamaian dan kesejahtraan seluruh umat manusia, khususnya untuk umat Islam yang ada di muka bumi.

Kesulitan mengimplementasikan jejak Rasulullah SAW, harus tetap diperjuangan. Dilaksanakan dengan diawali dari hal terkecil. Sederhananya yang dilakukan diri sendiri dan keluarga dengan rasa iman,  takwa dan ikhlas. Seperti halnya, mengimplementasikan budi pekerti,  santun dalam berprilaku dan melaksanaka shalat lima waktu.

Bila hal tersebut dilakukan dengan cara bertahap dan ikhlas maka kedepannya akan terbiasa dan akan mampu mencapai kedamaian dan kesejahtraan di dalam keluarga.

Hingga perilaku tersebut bisa diedukasi seluruh keluarga. Maka program Pemkab Cianjur akan tercapai terlaksana degan baik. “Cianjur lebih maju dan berakhlaqul karimah,” ucap Ustad Apip Samlawi saat tausiyah memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Majlista’lim Alfatah Kampung Pasir Angin,  Desa Nanggalamekar, Kecamatan Ciranjang, Minggu (3/12).

Sementara itu, Kepala Desa Nanggalamekar Endang Dahlan menjelaskan,  dengan dilaksanakannya peringatan maulid Nabi Muhammad SAW di majlis ta’lim Alfatah  Kampung Pasir Angin,  pihaknya berucap terimakasih dan merasa bangga. Karena pihak panitia telah mampu mengundang dai putra daerah yang ternyata pemamaran materinya tidak kalah menarik dengan dai-dai kondang dari luar daerah. Maka dengan adanya itu,  diharapkan pada seluruh DKM,  pimpinan majlista’lim yang ada di Desa Nanggalamekar, bila mau melaksanakan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW dan peringatan lainnya, diharapkan mampu mengundang dai putra daerah saja. “ Supaya para dai tersebut kesejahtraannya meningkat,”  ucapnya.

Dilain pihak,  Ketua pengurus Majlist’alim Alfatah,  Ustad Khoklid (67) menambahkan, dilaksanakannya peringatan maulid Nabi Muhammad SAW lebih awal,  tiada lain untuk meringankan beban seluruh warga. Karena kalau diakhir bulan  warga sudah mulai sibuk dengan aktifitasnya sendiri, terlebih dua pekan yang akan datang seluruh warga akan menggarap sawah.

Selain itu,  pihaknya sangat puas dengan pemaparan materi yang dibahas oleh dai putra daerah. Semoga semua mustamin yang hadir mendapatkan pengetahuan baru atau menjadi sebuah pengingat. “Sehingga semua materi mampu kita laksanakan bersama untuk mencapai kehidupan yang bahagia,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here