Memprihatinkan, Ruang Belajar Mengajar Mirip Kandang Ayam  

0
170
Ruangan tempat belajat kelas jauh ADN Datar Muncang, sungguh memprihatinkan

Laporan: Aldan

Cianjur, metronusantara.com –  Sungguh memprihatinkan. Ditengah gencarnya pemerintah mempromosikan peningkatan pendidikan, ternyata masih ada sekolah yang kondisi bangunannya jauh dari kata layak pakai. Bahkan banyak yang menyebut sekolah ini bangunannya tak jauh dari kandang ayam.

Namun apa hendak dikata, karena keterpaksaan, Anita (7) murid kelas I beserta 15 teman lainnya  terpaksa harus belajar dibangunan mirip kandang ayam. Bahkan, mereka sudah hampir satu tahun mengikuti proses belajar mengajar hanya beralaskan tanah merah dan beratapkan asbes dan dinding terbuat dari bambu. Hal itu terlihat jelas saat awak media mendatangu sekolah yang satu ini, Selasa (9/1) kemarin.

Informasi yang berhasil dihimpun, sekolah kelas jauh SDN Datar Muncang tersebut dibangun warga  Kampung Taritih RT 02/12 Desa Malati Kecamatan Naringgul Cianjur Jawa Barat. Sekolah ini hanya memiliki dua lokal. Itu pun terbuat dari bambu beratapkan asbes dan hasil swadaya masyarakat.

” Saya dengan teman-teman tetap semangat untuk belajar dibangunan seperti ini, daripada harus sekolah ke SDN Datar Muncang, jalan kakinya jauh,” kata Anita.

Salah seorang warga Kampung Pasir Tarisi yang juga orang tua murid, Empong (40) mengatakan, anaknya setiap hari harus belajar hanya beralaskan tanah merah dengan beratapkan asbes dan dinding bambu.

” Dari pada harus sekolah ke SDN Datar Muncang yang jarak tempuhnya sangat jauh, harus menggunakan sepeda motor. Tapi saya sebagai orang tua terus memberikan semangat agar anak-anak tetap belajar,” ujar dia,

Empong bersama orang tua murid lainya berharap, pemerintah atau dinas terkait bisa secepatnya membantu bangunan kelas jauh tersebut.

” Kalau sudah dibangun,  saya sebagai orang tua murid tidak ada kekhawatiran lagi saat belajar mengajar. Terutama saat musim hujan karena sering bocor,” ungkapnya.

Narwan (28) seorang pengajar di kelas jauh SDN Datar Muncang menjelaskan, dibangunnya kelas jauh tersebut, karena keinginan warga. Pasalnya, anak mereka sangat jauh kalau ke Datar Muncang sampai memakan waktu lama hingga perjalanan 8 kilometer.

” Itu pun hasil kesepakatan dengan kepala sekolah untuk mendirkan kelas jauh. Namun kelas 1 saja, dari kelas 2 sampai 6 tetap belajarnya di sekolah induk. Sekalipun para orang tua murid meminta sampai kelas 6 tetap di kelas jauh,” jelas Narwan.

Terpisah, Kepala Desa (Kades) Melati Ceceng Rusmawan membenarkan, bangunan kelas jauh tersebut  memang hasil swadaya warga kedusunan Ujung Jaya. Kurang lebih 400 jiwa dan 200 Kepala Keluarga (KK). Ceceng menegaskan, kelas jauh SDN Datar Muncang itu hanya kelas satu saja dengan  jumlah murid 15 anak.

” Memang mereka kalau ke SDN Datar Muncang itu sangat jauh. Jarak tempuhnya pun 8 kilometer, makanya orangtua bersama guru pembantu mendirikan bangunan kelas jauh tersebut,” kata Ceceng.

Selanjutnya dia mengatakan, pihak desa bukannya tidak mau membantu atau membangun kelas jauh tersebut. Tapi terbentur dengan aturan.

” Makanya kami berharap kepada Pemkab Cianjur dan dinas instansi terkait bisa secepatnya membangun Sekolah Kelas Jauh SDN Datar Muncang,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here