Masih Ada Warga Cibeber Yang Punya Budaya BAB Di Sungai

0
117
Rakor tingkat Kecamatan Cibeber yang diselenggarakan di auka Desa Cipetir

Laporan : Aldan

Cianjur, metronusantara.com – Hasil pendataan Tim Kesehatan yang melibatkan dua Puskesmas di Kecamatan Cibeber. “Cibeber” daurat Jamban spiteng. Pasalnya, masih banyak warga yang buang air besar (BAB) sembarangan. Seperti diantaranya, di kebun dan suangai. Sehingga tercemari akibat buang air besar sembarangan.

Dari 3000 Kepala Keluarga (KK), hasil  pendataan Muspika Cibeber dari 18  desa sekitar 10% warga masih buang air besar sembarangan dan membutuhkan sekitar 300 Jamban spiteng. Hal tersebut untuk pencegahan meningkatnya penderita diare dan hepatitis, akibat dampak mercury dari buang air besar sembarangan.

Kepala Puskesmas Cibaregbeg Agus Taruna mengatakan, pihaknya telah mendata bersama pihak Kecamatan Cibeber akhir 2017 ke masing-masing desa. Ternyata Cibeber masuk katagori darurat jamban spiteng. Sehingga masih banyak warga buang air besar ke sungai dan kebun.

” Pastinya, sungai jadi tercemari akibat warga buang air besar yang sungai tersebut mengalir kesungai Citarum. Sehingga hasil penilitian WHO, air sungai Citarum terjelek sedunia akibat banyaknya sampah dan buang air besar,” kata Agus Taruna, saat menggelar rapat kordinasi (Rakor) tingkat kecamatan di Aula Desa Cipetir, Kamis (25/01).
Agus Taruna mengatakan, untuk mencegah hal tersebut pihaknya, telah sepakat dengan kecamatan untuk segera mengantisipasi buang air besar sembarangan. Maksudnya agar warga Cibeber mempunyai jamban umum.

” Kalau gak segera diantisipasi berdampak juga terhadap kesehatan warga. Makanya dirakor ini kita bahas bersama,” katanya.

Sekertaris Kecamatan Cibeber Ali Akbar menambahkan, hasil pendataan yang telah dilakukan tahun lalu, dari mulai tim kesehatan puskesmas dibantu dengan pendamping desa, sekitar 300 an warga perdesa yang buang air besar sembarangan dari 18 desa se Kecamatan Cibeber.

” Pihak kecamatan telah mengadakan musyarawah dengan para kepala desa untuk membangunkan jamban spiteng. Namun hal itu masih dalam penggodogan. Pasalnya, anggaran dana desa bisa tidak bisa diterapkan kesarana pribadi, terkecuali sarana umum,” ungkapnya.
Dia juga mengatakan, untuk mengantisipasi darurat jamban spiteng, pihaknya akan mendesak agar para kepala desa agar siap membangunkan jamban spiteng pribadi, menjadi wc umum.

” Karena kalau warga membangunkan jamban spiteng dengan biaya sendiri, sangat tidak mungkin, karena kebanyakan yang tidak mempunyai jamban spiteng warga tidak mampu. Alhasil para kades harus siap menanggulangi agar Cibeber tidak darurat jamban spiteng lagi,” ucapnya.

Sementara itu, Kapten Inf Dadang Rohmawan mengatakan,sesuai intruksi dari Panglima Komandan (Pangdam) harus segera sosialisasi terhadap warga yang masih buang air besar ke sungai, terlebih sungai yang mengalir ke Citarum.

” Banyaknya buang sampah dan air bersih ke sungai sehingga menimbukan mercury yang berdampak terhadap kesehatan,” ujarnya.

Ia mengatakan, untuk penanggulangn hal tersebut, Muspika Cibeber akan segera berkoordinasi dengan para Kades atas pembuatan WC umum berspiteng.

” Sesuai dengan instruksi pimpinan atas normalisasi air sungai yang mengalir ke Citarum harus segera ditanggulangi,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here