Mahasiswa Fakultas Hukum Unsur Cianjur Galang Dana Peduli Titin

0
155
Mahasiswa Fak. Hukum Unsur Cianjur, turun ke jalan untuk menggalang dana Peduli Titin

Laporan : Sam AS

Cianjur, metronusantara.com – Terbtiknya kabar pasangan suami istri Dawan Wawan (59) dengan Titin (45) warga Kampung Pasir Kihiang RT 02 /03 Desa Mekargalih Kecamatan Ciranjang Cianjur Jawa Barat yang menghuni gubuk reyot ukuran 5X3 meter, mengundang keprihatinan dan kepedulian Ketua dan pengurus Badan Eksekitif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum  Universitas Suryakencana (Unsur)  Cianjur.

Keprihatinan para mahasiswa ini semakin bertambah saat melihat kondisi Titin yang tergolek lemah karena sakit keras yang dideritanya. Diduga Titin sakit keras karena rindu pada putrinya Ai Komala Sari (25) yang sudah  2 tahun dinyatakan hilang.

Untuk membantu keluarga yang tidak mampu ini, para mahasiswa  tersebut, pada Jumat (16/02) lalu, serempak turun ke jalan melakukan aksi menggalang dana peduli keluarga Titin. Setelah dana terkumpul maka pada Minggu (18/02), para mahasiswa  mendatangi Titin yang sedang menderita sakit keras untuk menyerahkan bantuan yang didapat dari aksi turun ke jalan tersebut. Kepedulian para mahasiswa ini, disambut antusias warga pengguna jalan raya Cianjur.

Koordinator aksi peduli keluarga Titin Ciranjang,  Ari Lazuardi  (19) menjelaskan, pada dasarnya mahasiswa memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional yang dikelompokan kedalam tiga fungsi. Yakni, agent of change, social control dan iron stock.

Fungsi tersebut merupakan tugas besar yang diemban mahasiswa. Diharapkan, mahasiswa dapat mewujudkan perubahan bangsa sesuai dengan cita-cita kemerdekaan dan tujuan nasional. Selaras dengan Tridharma Perguruan Tinggi yang merupakan salah satu tanggung jawab mahasiswa untuk melaksanakan pendidikan, penelitian dan pengabdian terhadap masyarakat. Seperti adanya keluarga kurang beruntung juga menderita sakit dan putrinya hilang.

Karena itu, BEM Fakultas Hukum Unsur beserta seluruh elemen mahasiswa lainnya, melakukan aski penggalangan dana sebagai suatu sikap peduli kemanusiaan untuk turut membantu keluarga Titin yang menderita sakit keras akibat putri meduanya hilang.

“ Titin menderita diabetes sudah 1 tahun 6 bulan  kedua jari kakinya luka karena gigitan tikus, karena  tinggal dalam rumah yang tidak layak huni,” jelas Ari pada wartawan kemarin.

Sementara itu, salah seorang tokoh pemuda Kelurahan Solokpandan,  Hadi Ubaidillah (46) menambahkan, aksi penggalangan dan yang dilakukan mahawiswa Unsur Cianjur, untuk membantu keluarga kurang mampu yang menderita sakit keras. Bahkan rumahnya reyot dan putrinya hilang.

Maka dengan digelarnya aksi peduli sesama manusia, itu bisa dikatakan  tepat sekali dan pihaknya memberi apresiasi. Karena yang seharusnya respek terhadap keluarga seperti itu tidak hanya para maha siswa dan elemen masyarakat saja, tapi Pemkab Cianjur yang  harus lebih respek dan spontan memberikan kepedulian terhadap warga miskin. Cepat tanggap dan mencarikan  solusi yag terbaik untuk keluarga yang nota bene tidak mampu. Karena hal itu, merupakan suatu kewajiban pemerintah  seperti yang diamanatkan preambule undang-undang dasar 1945 alinea ke-4 “.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here