Lagi, Warga Secara Sukarela Serahkan Senpi Rakitan Ke Petugas Kepolisian

0
107
Pemilik Senpi rakitan secara sukarela menyerahkan Senpinya ke petugas Polsek Awang

Laporan : Rahmat Saleh

Barito Timur, metronusantara.com – Emos (53) warga Dusun Gunung Karasik Desa Apar Batu Kecamatan Awang Kabupaten Barito Timur (Bartim) Kalteng, mendatangi Polsek Awang Polres Bartim. Kedatangannya ke Polsek Awang, Jumat (29/12/2017) pekan lalu, sekira pukul 14.00 WIB, untuk memberitahukan pada petugas, jika ia di rumahnya memiliki senjata api (senpi) rakitan.

Atas dasar keterangan Emos tersebut, Kanit Intelkam Polsek Awang Bripka Widarianto dan petugas Bhabinkamtibmas Desa Apar Batu Brigadir Heru Satria bersama Pak Emos berangkat menuju kediamannya di Dusun Gunung Karasik untuk mengambil senjata api rakitan tersebut.

Kapolres Bartim AKBP Wahid Kurniawan, SIK melalui Kapolsek Awang Iptu Suroso Pawoh mengatakan, senjata api rakitan atau lebih dikenal dengan istilah dum-duman jenis laras panjang diserahkan secara suka rela oleh Emos. Hal itu membukti kalau Emos memiliki

kesadaran hukum yang tinggi.

“ Senjata api rakitan itu diserahkan Pak Emos kepada kami di depan rumahnya dengan disaksikan tokoh agama Hindu Kaharingan setempat,” kata Kapolsek Awang Iptu Suroso Pawoh mewakili Kapolres Bartim AKBP Wahid Kurniawan, SIK.

Senjata dum-duman yang diserahkan tersebut memiliki laras dengan panjang 80 CM dengan kondisi berkarat. Popor senjata terbuat dari kayu  yang selanjutnya senpi itu diamankan ke Polsek Awang.

“ Senjata tersebut saat ini sudah kita amankan di Polsek Awang dan secepatnya akan dimusnahkan,” ujarnya, menegaskan.

Selanjutnya Kapolsek Awang menjelaskan,  berdasarkan perintah Kapolres Bartim, pihaknya telah melakukan imbauan kepada masyarakat. Baik yang disampaikan melalui Bhabinkamtibmas mau pun para kepala desa.

Imbauannya yaitu, meminta masyarakat untuk menyerahkan senjata api rakitan apabila ada yang memiliki atau menyimpannya. Hasilnya Polsek Awang telah menerima 1 pucuk senjata api rakitan dari warga Gunung Karasik.

Sementara itu menurut Emos, senjata api rakitan tersebut dulunya digunakan untuk berburu babi hutan. Namun sudah lama tidak digunakan dan tidak diperlukan lagi.

“ Saya tidak memerlukan senjata api itu, ketika ada imbauan dari polisi, saya langsung lapor untuk menyerahkanya,” jelas Emos.

Polres Bartim dan jajaran juga terus mengimbau kepada masyarakat Barito Timur apabila memiliki senjata api agar segera menyerahkan kepada pihak kepolisian. Baik melalui Polsek atau petugas Bhabinkamtibmas.

” Bagi masyarakat yang dengan sukarela menyerahkan senpinya, Polres Bartim mengucapkan terimakasih  dan tidak akan memproses secara hukum. Namun apa bila pihak kepolisian mendapat informasi ada warga yang masih menyimpan senjata api, akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” jelas Kapolsek Awang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here