Korps Lantas Polri Soroti Pembangunan di Pusat Kota Cianjur

0
106
Korp Lontas Polri Beserta Kementerian PU tinjau Lokasi Jalur Rawan Laka Lantas &Rawan Macet di Cianjur

Laporan : Aldan

Cianjur, metronusantara.com – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2018, Korps Lalu Lintas Polri meninjau langsung sejumlah jalan di wilayah Kabupaten Cianjur Jawa Barat,. Selasa (21/11).

Bahkan Tim Korlantas Polri yang dipimpin AKBP Mansyur dan AKP Nuning bersama Tim Kementrian PU tersebut, melihat langsung kondisi  jalan dibeberapa titik. Terutama lokasi yang menjadi rawan laka lantas maupun rawan kemacetan.

Selain itu, Tim Korlantas Mabes Polri  menyoroti proyek pembangunan  jalan, jembatan dan trotoar di Jalan Raya Dr Muwardi, jalan Abdullah Bin Nuh serta Jalan Ir. H. Juanda, yang merupakan jalur utama menuju kawasan wisata puncak yang terkesan semberawut.

Kasat Lantas Polres Cianjur, AKP Rendy Setia Permana, melalui Kepala Bagian Operasi (KBO) Lantas, Iptu Muhaimin, mengatakan, pemantauan jalan tersebut sesuai arahan dari Korlantas Mabes Polri. Ia pun meminta, pengerjaan proyek pelebaran jalan dan pembangunan gorong-gorong saluran air, diselesaikan sebelum 20 Desember mendatang.

” Sesuai arahan, maka pembangunan gorong-gorong dan saluran air harus cepat terselesaikan. Karena tenggat waktu sudah mepet,” ungkap Muhaimin.

Sebagai persiapan jalur dalam pelaksanaan arus lalulintas Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2018 mendatang.  Hal itu sesuai arahan dari Korlantas Mabes Polri, yang diwakili oleh AKBP Mansyur, pengerjaan jalan tersebut harus selesai sebelum pelaksanaan Natal dan Tahun Baru.

Sementara itu, proyek pelebaran jalan dan gorong-gorong saluran air di seputaran Tugu Lampu Gentur (Hypermart, red) juga dikeluhkan para pengguna jalan. Mereka menilai, pengerjaan proyek terkesan asal-asalan.

Seperti yang diungkapkan, Mira Aryanti (30), seorang pengendara sepeda motor yang setiap hari melintasi ruas jalan tersebut. Mira menuturkan, pengerjaan proyek yang telah berlangsung beberapa pekan itu cukup mengganggu aktivitas pengendara yang melintas.

Selain ininimnya rambu-rambu proyek, material sisa pembongkaran gorong-gorong berserakan hingga ke badan jalan dan sangat membahayakan pengguna jalan.

“ Sepertinya pengerjaannya tidak maksimal. Hasilnya bukan jadi bagus, justru menambah rusak kondisi jalan dan membahayakan para pengemudi yang melintas,” jelas Mira, kepada wartawan, Selasa (21/11).

Mira meminta, pelaksana proyek agar lebih memperhatikan faktor keselamatan bagi para pengguna jalan, Terutama pada malam hari, kondisi gelap. Banyak batu-batu atau material sisa pembongkaran gorong-gorong yang memenuhi badan jalan.

“ Seharusnya, pelaksana proyek, dapat memasang lampu tanda adanya pengerjaan jalan atau apapun yang menjadi ciri agar pengguna jalan lebih berhati-hati,” tuturnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here