Komplotan Pengejar Harta Karun Digerebek Petugas Gabungan

0
532
Peti-peti yang katanya berisi harta karun peninggalan Bung Karno dan Raja Pajajaran berhasil disita petugas gabungan

Laporan : Aldan

Cianjur, metronusantara.com – Petugas gabungan Muspika Kecamatan Naringgul gerebek komplotan Sekte UN Swissindo (Penyimpanan harta karun Bung Karno dan Kerajaan Pajajaran -red) di Kampung Datar Kubang RT 02/01 Desa Wangunjaya Kecamatan Naringgul, Cianjur Selatan, Selasa (13/3).

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, komplotan tersebut belakangan ini telah meresahkan warga Naringgul. Konon katanya mempunyai harta karun peninggalan Bung Karno dan Kerajaan Pajajaran. Namun aksinya itu berhasil digagalkan Petugas Gabungan Polsek, Koramil, Satpol PP dan Camat Naringgul, setelah adanya laporan warga yang menjadi korban penipuan.

Selain itu, petugas gabungan telah mengamankan kotak peti sebanyak 48 buah. Barang pusaka berupa keris, satu buah, wayang golek Satria Pininggit dan tiang bendera beserta bendera berwarna hitam berlambangkan garuda. Semua benda yang diamankan diduga milik Kanjeng Maulana Hadi SH yang tercatat warga Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung.

Kin Kin Sukirman (58) dan Nanu Hidayat (50) warga Kecamatan Naringgul dan juga korban mengaku, rumah milik keduanya dijadikan tempat penyimpanan barang harta karun dan sejumlah barang pusaka lainnya milik Kanjeung Maulana Hadi SH.

” Awalnya saya ikut-ikutan saja tidak tahu tujuannya apa hanya ketitipan peti yang katanya isinya harta karun dan barang pusaka peninggalan Bung Karno dan Kerajaan Pajajaran,” kata Nanu Hidayat, saat dihubungi, Rabu (14/3).

Dia juga menambahkan, dirinya bersama temannya itu,masuk ke organisasi tersebut pada 2016 tahun lalu. ” Saya berdua ini sebenarnya tidak tahu tujuannya apa dan akan bagaimana, hanya menuruti saja untuk dititipin kotak peti dirumah,” katanya.

Sementara itu Camat Naringgul Sutardi membenarkan, penggerebekan tersebut berawal dari laporan Kepala Desa Wangunjaya setelah  warga merasa diresahkan dengan keberadaan komplotan organisasi tersebut yang tinggal  dirumah Nanu Hidayat warga Wangunjaya untuk dijadikan tempat berkumpul.

” Setelah ada laporan tersebut kami langsung berkoordinasi dengan Polsek  dan Koramil setempat untuk secepatnya mengadakan tindakan. Sesampainya di rumah warga tersebut yang jadi tempat komplotan pemburu harta karun itu ternyata benar bayak peti dirumahnya dan ada juga wayang golek sebesar manusia yang dipajang didalam rumah,” ungkap Sutardi.

Selanjutnya Sutardai mengatakan, pihaknya langsung mengamankan barang-barang tersebut yang diduga selama ini menjadi iming-iming untuk para pengikutnya.

” Karena kalau gak ditindak langsung dikhawatirkan akan banyak korban lagi warga Naringgul dan selanjutnya kasusnya sudah diserahkan ke pihak kepolisian,” ucapnya.

Kapolsek Naringgul melalui Kanit Bimas Bripka Pepen Supendi menjelaskan, sebelum penggerebegkan ada laporan dari warga Wangunjaya yang menyebutkan di kampung tersebut ada sekolompok orang yang mencurigakan  yang diduga teroris.

” Namun setelah anggota kami melakukan penyelidikan, ternyata kelompok tersebut bukan teroris sebagaimana yang dilaporkan warga, melainkan sekolompok pengejar harta karun peninggalan Bung Karno dan kerjaan Pajajaran. Dan dua orang dari pemilik rumah tersebut sudah kami amankan untuk dimintai keterangan dan selain itu peti sebanyak 48 buah yang diduga dalamnya harta karun dan barang pusaka lainnya sudah dibawa ke Polsek Naringgul guna penyelidikan lebih lanjut,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here