Kirab Santri Meriahkan Hari Santri Nasional Di Haurwangi

0
279
Kirab santri meriahkan peringatan Hari Santri Nasional di Kecamatan Haurwangi Cianjur

Laporan : Sam

Cianjur, metronusantara.com –  Sebanyak 45 Diniyah Tanwiriah Awaliah  (DTA) yang ada di Kecamatan Haurwangi, Minggu (22/10) menggelar acara kirab santri dan santriawati. Kirab itu dilaksanakan  dalam rangka memeriahkan Hari Santri Nasional. Acara  dimulai dari Kampung Sipon, tepatnya di depan kantor PJR Haurwangi menuju  Wana Wisata Pokland Desa/Kecamatan Haurwangi Cianjur Jawa Barat.

Seluruh santri dan santriwati didampingi para gurunya berjalan kaki sejahuh satu kilometer. Mereka terlihat semangat dan antusias, hingga mendapat apresiasi dari berbagai kalangan masyarakat. Karena melihat santri dan santriawati cilik melaksanakan kirab sebagimana layaknya kirab orang dewasa.

Pengurus MUI Kecamatan Haurwangi  yang juga Petugas Penais, Dede Nurjaman (45) mengatakan, dengan dilaksanakannya kirab tersebut, pihaknya merasa bangga, bahagia dan memberikan apresiasi. Karena seluruh santri dan santriawati yang mengikuti kirab terlihat antusias dan terlihat bahagia.

Diharapkan kedepannya pada acara yang sama dapat diikuti seluruh santri yang ada di Kecamatan Haurwangi. “ Tidak seperti sekarang ini hanya dimeriahkan para santri dan santriawati Diniyah Tanwiriah Awaliyah saja,” ujarnya penuh harap.

Tidak hanya itu saja, lanjut Dede, ke depan, seluruh dinas instansi, lembaga dan OPD yang ada di Kecamatan Haurwangi akan dikut sertakan. Supaya peringatan Hari Santri Nasional tersebut terlaksana dengan meriah dan juga terasa agamisnya.

Dede juga mengatakan, pihaknya memohon maaf pada semua pihak. Karena pelaksanaan kirab tersebut baru  pertama kali diselenggarakan. Hingga  situasi dan kondisinya kurang terarah dan banyak kekurangannya.

Sementara itu, Kepala Desa Kertamukti,  Cepi Agustina menambahkan, dengan dilaksanakannya kirab satri dan santriawati, pihaknya merasa bahagia, terharu dan membanggakan. Karena melihat satri dan santriawati cilik berjalan kaki dengan mengenakan pakian santri yang biasa digunakan orang dewasa.

Selain itu, pihaknya sedikit menyesalkan pula, karena setelah dilaksanakannya kirab, saat masuk di  area wana wisata Poklan, tidak adanya  kegiatan yang menarik, melainkan langsung bubar. Padahal saat itu waktu masih panjang.

“ Kenapa tidak  setelah kirab dilaksanakan berbagai lomba keagamaan dan ditutup dengan tausiah akbar, semoga saja ke depannya hal tersebut diprogramkan dengan matang, ucapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here