Kepala Puskesmas Sukasari Nampaknya Enggan Ditanya Soal Tunggakan Proyek

0
277
Proyek Puskesmas Sukasari yang telah selesai dikerjakan rekanan

Laporan : Rikki

Cianjur, metronusantara.com – Pejabat zaman now adakalanya menjadi pergunjingan publik. Seperti halnya Kepala Puskesmas Sukasari, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, dr. Gumilar Farto Siswoyo. Saat ditanya mengenai tunggakan proyek renovasi gedung jelang akreditasi sebesar Rp.120 juta kepada salah satu rekanan, malah memberikan jawaban ngelantur. Bahkan terkesan tidak memberikan contoh yang baik sebagai pejabat publik.

Padahal, dalam Permenkes Nomor 75 Tentang Puskesmas disebutkan,  Puskesmas dipimpin Kepala Puskesmas yang notabene seorang tenaga kesehatan dengan tingkat pendidikan sarjana. Selain itu harus memiliki kompetensi manajemen kesehatan masyarakat.

Namun apa yang ditunjukkan pria yang karib disapa Gumi itu tidak menampakkan kompetensinya. Semestinya ia mampu berkomunikasi secara efektif dan mampu merencanakan keuangan serta terampil dalam bidang manajemen.

Saat pewarta bertanya perihal belum dibayarkannya tagihan proyek renovasi gedung yang sudah rampung, Gumi menilai pelaporannya tidak menghargai jalan kekeluargaan. Sehingga kini muncul ke publik.

“Judulnya saya ini menikah kemudian mertua menuntut menantunya sendiri. Kalaupun mereka sakit hati tapi tidak membenarkan fitnah juga kan,” dalihnya.

Parahnya lagi, Gumi merasa difitnah hanya karena mengaku jika proyek tersebut fiktif. Walaupun saat itu dikerjakan dalam tempo cepat oleh rekanan yang bertepatan dengan akreditasi Puskesmas oleh tim independen.

” Kalau yang pertama itu betul ada proyeknya dan sudah dilunasi Rp.62 juta. Sedangkan untuk berikutnya itu borongan jadi dari mana munculnya tagihan sebesar itu jelas saya tidak mau mengeluarkan uang yang tidak bisa dipertanggungjawabkan,” bebernya.

Tanpa dipikir panjang, Gumi juga mengungkapkan jika dirinya sebelum menikah sudah membiayai hidup istri dan mertua yang diakuinya mengerjakan proyek tersebut.

” Bahkan untuk proyek borongan itu dari awal saya yang talangin uangnya jadi mereka tidak keluar modal sama sekali, ” akunya.

Ditemui terpisah, rekanan yang dimaksudkan Gumi bicara blak blakan terkait proyek yang dirampungkannya tapi tidak dibayar dengan berbagai alasan.

” Saya tidak pernah mengada-ngada karena sudah lama terjun dalam berbagai proyek. Gumi sudah mengiyakan nilai proyek tambahan tersebut. Namun berkelit karena egonya sehingga mengumbar persoalan pribadi ke publik,” beber wanita yang enggan disebutkan namanya.

Pihaknya mengaku aneh dengan sikap dan perilaku Gumi yang notabene pejabat publik yang semestinya menjaga tutur katanya.

” Kami sekeluarga merasa tidak pernah dibiayai Gumi baik sebelum menikah maupun sesudahnya, ada buktinya. Jangan karena sekarang sudah jadi pejabat terus kami dihinakan. Bila perlu nanti akan dibuka juga soal perselingkuhan dia yang tertangkap tangan,” bebernya.

Dia menyarankan agar Gumi menyadari kekhilafannya tanpa harus bersikap arogan. Paling tidak sebagai Kepala Puskesmas agar bicaranya tidak ngelantur. Namun lebih menunjukkan kemampuan profesionalisme kerja dan manajerial kepemimpinan. Semoga.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here