Kapolres Sumedang Mediasi Pertemuan Ojeg Pangkalan Dengan Ojeg Online

0
23
Kapolres Sumedang memberikan pengarahan pada para pengemudi ojeg saat diadakan pertemuan antara pengemudi ojrg Pangkalan dengan ojeg online di kantor Kecamatan Jatinamgor

Laporan : Admin

Sumedang, metronusantara.com – Para pengemudi ojeg konvensioanal yang biasa mangkal di Jatinangor Sumedang Jawa Barat, mengadakan pertemuan dengan pengemudi online. Pertemuan tersebut diselenggarakan di Kantor Kecamatan Jatinangor, Selasa (28/11) sekira pukul 14.00 WIB. Pertemuan itu dimediasi oleh Kapolres Sumedang.

Nampak hadir pada acara mediasi tersebut, Kapolres Sumedang AKBP Hari Brata, S.Ik, Camat Jatinangor Syarif Efendi Badar, S.Sos.,M.Si. Kasubdit Kamneg Dit Intelkam Polda Jabar AKBP Oo Rusdita, SH.,MH. Kasubdit Jatanras Polda Jabar AKBP Budi, Kanit Subdit II Dit Intelkam Polda Jabar KOMPOL Mimin Gartini.
Kepala Kesbang Pol Kab. Sumedang Rokayah Atang, Kabag Ops Polres Sumedang, Kasat Binmas Polres Sumedang AKP Armin Lase.  Kasat Intelkam Polres Sumedang AKP H. Nanang Ahmad, SH, Kasat Sabhara Polres Sumedang AKP AM. Rizal. Waka Polsek Jatinangor AKP Dadang Irianto, KBO Intelkam Polres Sumedang IPTU Sutrisno.

Sementara perwakilan pihak angkutan berbasis online Tanzil Suharna alias Acil (Business afiliate pihak angkutan berbasis aplikasi/online), – Perwakilan Angkutan online/Mobil  Teguh (CRC). Ketua Umum Forum Ojeg Kabupaten Sumedang Mohammad Agus. Sekertaris Forum Ojeg Sumedang  Yana.

Selain itu hadir pula, Ketua Forum Ojeg Pangkalan Jatinangor Endang Suhendar alias Endang Cala. PANIT I Intelkam Jatinangor IPDA Ucu Abdurahman dan Perwakilan Koramil Jatinangor PELDA Indra (BATI TUUD Koramil Jatinangor).

Pada pertemuan itu diperoleh kata sepakat, yaitu pihak angkutan online akan memperbaiki fasilitas/pangkalan Ojeg Pangkalan Jatinangor yang rusak sebanyak 11 titik akan diperbaiki. Tidak ada lagi intervensi atau hoaxs dan mengenai penegakan hukum tetap akan diproses oleh pihak Kepolisian Polres Sumedang

Selain itu disepakati pula kalau semua permasalahan dianggap selesai. Adapun pemberian bantuan ganti rugi pengobatan korban dan kompensasi dampak psikologis maupun perbaikan fasilitas yang dirusak akan diperbaiki sampai batas tenggang waktu paling lambat  Jumat 01 Desember 2017. Selanjutnya kesepakatan tersebut  dituangkan dalam Berita Acara dan bermaterai.

Sementara dari pihak Polres Sumedang seusai pertemuan tersebut mengatakan, adanya perselisihan antara pihak ojeg konvensional  dengan pihak angkutan berbasis aplikasi/online tersebut meskipun sudah diredam melalui mediasi maka perlu diantisipasi. Karena tidakmenutup kemungkinan munculnya provokasi dari pihak ketiga melalui hoaxs atau media sosial lainnya. Sehigga berpotensi munculnya kerawanan kamtibmas.

Untuk menjaga hal-hal yang tak diinginkan terjadi, lanjut petugas Polres Sumedang, perlu dilakukan monitoring perkembangan situasi. Selain itu juga melakukan upaya upaya penggalangan. “ Baik pada pihak ojeg online maupun pihak ojeg Pangkalan Jatinangor serta melakukan pengamanan berlanjut untuk menjaga situasi tetap kondusif,” ujarnya menegaskan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here