Kadisdik Kab. Cianjur Tanggapi Serius Dugaan Perlakuan Kasar Oknum Guru

0
72

Laporan : Aldan

Cianjur,metronusantara.com – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur Cecep Sobandi, menanggapi serius adanya dugaan perlakuan kasar dan penamparan tiga orang pelajar SMPN 1 Cibeber yang dilakukan salah seorang oknum guru berinisial H pada beberapa waktu yang lalu.

” Saya sudah perintahkan  Kabid SMP untuk langsung mendatangi sekolah tersebut, bahkan hari ini juga langsung dipanggil untuk diminta kejelasan terkait adanya pemukulan itu,” ujar Cecep Sobandi, saat dihubungi, Rabu (28/3).

Menurut dia, tapi pemukulan yang dilakukan oknum guru terhadap tiga siswa itu belum bisa dipastikan, sebelum adanya keterangan dari pihak sekolah.

” Makanya saya pastikan hasil keterangan langsung dari kepala sekolah. Namun bila ada atau terbukti perbuatan yang dilakukan oleh oknum guru itu sangat tidak terpuji. Dan kepala sekolah harus bersifat tegas terhadap guru dalam pengawasan disekolah,” tegasnya.

Ia menjelaskan, guru itu sifatnya mendidik bukan melakukan perlakuan kasar. Kalau pun anak didiknya bandel tetap seorang pengajar harus perlihatkan predikat gurunya.Ada pun sanksi terhadap oknum guru tersebut, dilihat dulu dari siswa yang menjadi korbannya memar atau luka itu baru bisa dikenakan sanksi.

“Ya mudah-mudahan orang tuanya tidak mengajukan lebih lanjut,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekertaris Komisi IV DPRD Kabupaten Cianjur Sapturo mengatakan, pihaknya merasa prihatin atas perlakuan oknum guru tersebut yang telah melakukan perbuatan kasar terhadap siswa. Apapun itu alasannya, Kabid SMP harus melakukan pemeriksaan ke sekolah tersebut.

” Jika terbukti, maka oknum guru tersebut harus ditindak sesuai aturan yang berlaku,” tegas Sapturo.

Menurut Sapturo, mendidik anak itu bukan profesi preman tapi harus berlandaskan kasih sayang. Guru harus jadi orang tua kedua bagi anak didiknya.
” Siswa jangan merasa tertekan disekolah, kalau guru main ‘gampleung’ akhirnya putra putri didik jadi bringas dan tempramental,” ucapnya.

Sapturo juga mengatakan, tata tertib disekolah tetap harus dipatuhi oleh semua pihak. Kepala sekolah harus jeli dan tegas bagi siapapun yang melanggar aturan tersebut.

” Premanisme disekolah harus ditindak tegas tanpa kecuali, pengawasan lemah Kepala Sekolah bisa terjadi ketidaknyamanan di sekolah,”tandasnya.
Seperti yang dilansir sebelumnya oleh metropuncaknews.com.  AR(15), AN(15) dan YC (15) pelajar SMP Negeri 1 Cibeber yang mengaku mendapatkan perlakuan kasar hingga ditampar dari salah seorang oknum guru gara-gara terlambat mengikuti upacara pada, Senin (26/3).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here