Jembatan Gantung Belum Diresmikan Sudah Ambruk

0
94
Jembatan gantung yang ambruk sedang diperiksa aparat setempat

Laporan : Aldan

Cianjur, metronusantara.com – Saep (48) warga Kampung Sikluk RT 01/03, Desa Karyamukti Kecamatan Leles, masih tak sadarkan diri setelah terjatuh dari jembatan rawayan bersama 11 warga lainnya, Sabtu (3/2) sekira pukul 22.30 WIB. Sementara itu 11 warga lainnya sudah kembali ke rumah masing-masing karena hanya mengalami luka ringan.

Saep langsung dirujuk dari Puskesmas Leles menuju Rumah Sakit Pagelaran. Namun dari Rumah Sakit Pagelaran menjelaskan, korban harus dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung atau ke Rumah Sakit Bunut Sukabumi. Dari keterangan tersebut, korban didampingi Kepala Desa Karyamukti langsung dirujuk ke Rumah Sakit Bunut Sukabumi.

Saep bersama belasan warga lainnya terjatuh saat mengendarai  enam motor di atas jembatan gantung yang menghubungkan Kampung Parung Cadas Desa Pusakasari dengan Kampung Padangsari Desa Karyamukti.

Elan Jaelani (58) Kepala Seksi Kepegawaian Kecamatan Leles mengatakan, saat jembatan ambruk ia sedang begadang di sekitar alun-alun Leles. Saat sedang santai ia dikejutkan dengan seseorang yang setengah berlari dan terlihat kelelahan mengabarkan bahwa jembatan ambruk. “ Jembatan ambruk, jembatan ambruk, tolong kami pak, jembatan ambruk,” ujarnya di lokasi kejadian.

Elan sempat tak percaya dengan teriakan pemuda yang meminta tolong tersebut. Namun melihat keseriusan pemuda itu, ia akhirnya memacu motornya menuju lokasi kejadian yang disebutkan seorang pemuda tersebut. “ Sampai di lokasi, saya melihat semua sedang berusaha naik, banyak yang terluka, ada yang tersangkut di jembatan juga,” ujar Elan.

Elan mengatakan, beberapa orang ada yang mengalami patah tulang, luka sobek dan yang terparah adalah Saep. Karena ia mendarat dengan kepala terlebih dahulu di atas bebatuan. “Jadi motor itu ada enam, dua sudah nyaris sampai di ujung, dua di tengah, dan dua baru mau masuk ke jembatan,” katanya.

Elan mengatakan, dua motor yang sudah ada di ujung juga perlahan jatuh mundur kembali. Demikian juga dengan motor yang baru menginjak jembatan. Semua korban jadi bertumpuk di tengah jembatan.

“Ada kabar ada yang hilang tercebur, jadi kami sempat mencari ke dalam air terlebih dahulu, ternyata Saep yang ditemukan mendarat di bebatuan,” ujar Elan.

Warga pun dalam hitungan menit sudah banyak berada di lokasi kejadian dan membantu evakuasi satu persatu warga yang jatuh ke sungai. “ Lalu kami membawa korban semuanya ke Puskesmas,” kata Elan.

Bidan Puskesmas, Winwin Maulani (38) mengatakan, hanya ada satu korban luka parah yang dirujuk ke RSUD Pagelaran oleh pihak Puskesmas Leles. “ Kabar yang di media sosial itu tidak benar, dikatakan ada belasan luka berat, yang luka berat itu satu orang saja atas nama Saep. Kami antar ke RSUD Pagelaran, namun kami dengar dari RSUD Pagelaran juga dirujuk kembali,” katanya.

Winwin mengatakan semua korban luka ringan semuanya sudah pulang pada malam kejadian ke rumah masing-masing. Winwin menrgaskan, beberapa data yang beredar di media sosial sepenuhnya tidak benar. “ Bisa anda lihat sekarang, di Puskesmas sudah tak ada yang dirawat, semua yang luka ringan sudah kami pulangkan,” tuturnya.

Menurut keterangan, jembatan rawayan sepanjang 70 meter tersebut dibangun oleh CV Duta Buana yang beralamat di Cisepat Kecamatan Cidaun. Jembatan tersebut sempat mengalami pergeseran karena air yang meluap dan jembatan nyaris terendam. 

“ Pertama dibangun sekitar 60 meter, lalu air meluap saat musim hujan dan nyaris merendam jembatan. Lalu dibangun lagi dengan digeser dan saat ini memiliki panjang 70 meter,” ujar Elan Jaelani, Kasi Kepegawaian Kecamatan Leles, Minggu (4/2).

Elan mengatakan, ia tak tahu menahu mengenai warga yang sudah melintas di jembatan tersebut. Karena jembatan tersebut belum diresmikan dan masih dalam tahap uji coba. Namun sudah banyak warga dan sepeda motor yang melintas menggunakan jembatan tersebut. “Belum diresmikan dan baru selesai dibangun sekitar satu bulan,” katanya.

Di lokasi, penyebab utama ambruknya jembatan adalah lepasnya ikatan sling jembatan. Sling tersebut patah dan tak mampu lagi menopang beratnya beban yang berada di atas jembatan. Di lokasi jembatan yang ambruk juga terdapat setumpuk pasir yang terlihat dicampur antara pasir gunung atau bukit dengan pasir sungai.

Cat warna biru dan merah yang menghiasi jembatan dan alasnya juga terlihat masih baru. Kini jembatan tersebut dibiarkan ambruk dan sebagian terendam air sungai.  Warga dan aparat terlihat memeriksa dan mengambil gambar hingga kemarin sore.

Wakapolsek Agrabinta Ipda Subarjo mengatakan, ia masih memeriksa poto lokasi kejadian dan belum memeriksa terkait penyebab dan kontraktor yang membuat jembatan tersebut. Di lokasi kejadian juga terlihat Babinsa Karyamukti Serka Darwono.

Dari keterangan yang didapat, pihak kontraktor belum datang ke lokasi atau menyantuni korban yang terluka dan mengalami luka parah. Pihak keluarga korban sempat mendatangi aparat dan menanyakan apakah ada pergantian uang untuk berobat. Karena dari keterangan korban yang masih belum sadar hanya didampingi oleh kepala desa.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here