Jelang Natal & Tahun Baru, Harga Daging Ayam Di Pasar Induk Cianjur Meroket

0
203

Laporan : Aldan

Cianjur, metronusantara.com – Harga daging ayam di Pasar Induk Pasir Hayam (PIP) Cianjur Jawa Barat, terus meroket. Bahkan beberapa hari terakhir ini harganya mencapai Rp 40 ribu per kilogram.

Hal tersebut terungkap saat Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) didampingi Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) serta jajaran Polres Cianjur, Rabu (20/12).

Dalam infeksi mendadak itu,didapati harga daging ayam mengalami kenaikan secara berkala hingga mencapai Rp 40 ribu per kilogram, pada Jumat (15/12) sampai Minggu (17/12).

Meski ada sedikit penurunan, harga daging ayam tetap masih tinggi. Yakni diangka Rp 38 ribu per kilogram.

” Kalau sekarang harganya Rp 38 ribu, kalau Jumat lalu sampai Rp 40 ribu per kilogram. Karena ada kenaikan dari peternakannya, ditambah lagi barangnya (stok, red) susah,” ujar Ibu Ayi (43) salah seorang pedagang ayam di PIP.

Menurut dia, kenaikan harga daging ayam bukan saja kali ini terjadi. Tapi setiap menjelang momen hari besar, termasuk natal dan tahun baru. Namun tahun ini kenaikan paling parah, sebab mencapai harga tertinggi yang menyamai saat hari besar keagamaan lain.

” Biasanya, kalau ada kenaikan hanya sedikit,  paling jadi Rp 33 ribu atau Rp 35 ribu, dari harga normal Rp 32 ribu per kilogram,” katanya.
Ia juga mengatakan, kenaikan tersebut tidak membuat pedagang untung, melainkan merugi. Pasalnya dari biasanya bisa menjual 100 kilogram, sekarang hanya 50 kilogram per hari.

” Jadi rugi juga, untungnya tetap tidak besar dari setiap kilogram daging. Mending harga normal banyak yang beli,” ucapnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan, kenaikan harga daging ayam diduga disebabkan peternak yang seenaknya menaikan harga.  Oleh karenya, pihaknya akan melakukan kajian terkait biaya ternak per ekornya.

” Jadi nanti dilihat biaya dari upah, pakan, dan lainnya berapa. Keuntungannya juga bisa ditetapkan, supaya tidak terlalu tinggi. Sebab yang kena dampaknya semua pihak, baik pedagang, pembeli, hingga peternak itu sendiri,” katanya.

Herman menambahkan, pihaknya bersama Polres juga akan melakukan diskusi untuk menetapkan harga daging ayam tersebut.

” Kalau setelah ditetapkan tidak diindahkan juga, urusannya dengan reskrim Polres Cianjur,  itu sudah jadi komitmen bersama,”  jelasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here