Jalan Ciranjang-Jati Mulus, Warga pun Bersyukur

0
147
Jalan Ciranjang - Cijati yang tadinya rusak berat kini sudah mulus

Laporan : Sam

Cianjur, metronusantara.com – Telah belasan tahun warga Desa Nanggalamekar Kecamatan Ciranjang Cianjur Jawa Barat,  merindukan  jalan Ciranjang-Jati kondisinya bagus dan leucir. Kini harapan dan dambaan warga Nanggalamekar itu akan segera terwujud. Karena sepanjang jalan Ciranjang-Jati kini tengah dibangun pihak rekanan dari PT.Niagara Asri Karyatama  Bandung.

Atas dibangunnya jalan tersebut, seluruh warga Ciranjang dan Jati merasa bersyukur. Juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setingginya pada Pemkab Cianjur. Khususnya pada Bupati Cianjur H. Irvan Rivano Muchtar.

Selanjutnya sebagai ungkapan rasa syukur tersebut, warga dan pemuda Karang Taruna mengatakan, jika jalan telah selesai dibangun semua, akan mengadakan acara yang cukup fenomental. Yaitu makan liwet bersama di sepanjang jalan yang baru selesai dibangun.

Salah seorang pengurus Karangtaruna Desa Nanggalamekar, Agus Sudrajat Mustofa (40) mengatakan, dengan dibangunnya   jalan Ciranjang – Jati menggunakan rabat beton sepanjang 5 Km, lebar 4 meter dan tebal 20 Cm,  seluruh pengurus dan anggota Karang Taruna beserta seluruh warga Desa Nanggalamekar, memberikan apresiasi terhadap pembangunan jalan tersebut.

Karena telah belasan tahun warga menunggu ruas jalan Ciranjang-Jati dalam kondisi bagus leucir.  ternyata sekarang  ruas jalan tersebut terlaksana  menjadi bagus dan leucir. Karena itu, pihaknya beserta  seluruh warga Desa Nanggalamekar merasa bersyukur dan memberikan aresiasi terhadap Pemkab Cianjur, khusunya pada Bupati Cianjur H. Irvan Rivano Muchtar.

Diharapkan, dengan kondisi jalan yang mulus, bukan saja dapat memperlancar arus lalu lintas dan informasi, tapi juga mampu memperlancar roda perekonomian warga.

“ Hingga tak akan terjadi lagi ibu hamil yang akan pergi ke Puskesmas, melahirkan di tengah jalan,” kata Agus.

Hal senada juga dikatakan warga Desa Nanggalamekar Dedi Ceboy (48). Dedi berharap, pihak pelaksanaan pengerjaan jalan tersebut, jangan terkesan asal-asalan. Tapi harus memperhatikan kualitas bukannya  kuantitas yang dikedepankan. Semua pekerjaan harus sesuai dengan Juklak dan Juknis serta sesuai dengan bistek yang ada.

Karena kalau memperhatikan kualitas  maka kondisi jalan akan benar terlaksana  bagus dan akan awet dipakainya. “ Itu permohonan kami pada pelaksana pekerjaan, jangan sampai pengerjaan jalan itu asal-asalan, ingat ini dibiayai pemerintah yang artinya uangnya dari rakyat juga,” ujarnya menegaskan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here